Bunderan HIK
Written by MaNongAn on 1 - June - 2009 – 18:56:18 -Sudah hampir 3 bulan gak sowan dan ngikut ritual Rumat Lambe Asu. Kebetulan minggu ini sedang berada di Ibukota, maka saya menyempatkan diri untuk pergi kesana.
Sejak hari Senin 25 Mei 2008 kemaren, nemenin Bokap yang lagi “Bosan” tidur di rumah. Syukurlah pada hari senin ini (1 Juni 2008), Bokap udah “kangen” ama rumah kembali.
Sekitar jam 4 sore Jum’at 29 Mei 2008, saya berangkat menuju “Kampus Langsat“. Dari seberang RSUP Fatmawati naek Metromini 610 jurusan Blok M - Pondok Labu. Sesampai di Taman Barito saya turun dan melanjutkan perjalanan menyusuri Pasar Burung hingga Pasar Mayestik. Dipertigaan Mayestik saya belok ke Kiri arah yang menuju Radio Dalam. Hingga sampailah saya di jalan Langsat 1 tempat : DagDigDug, Rumah Web, MyIndo, dan Wetiga berlokasi.
Ditempat tersebut ketemu sama Ndoro Kakung, Zam, Pak Didi, Sahir (Cachak), Epat, & Tony. Sedangkan dari BHI, saya ditemani oleh dua orang Presiden. Yaitu : Presiden BHI (Mas Bahtiar) dan Presiden SBY (Saya Bambang Yogya). Sedangkan Juragan Gembul datang sekitar jam 09.30 malam.
Sekitar jam 10 malam saya berboncengan dengan Mas Bahtiar menuju Bundaran Hotel Indonesia. Ternyata bapak-bapak satpam masih mengusiri orang-orang yang duduk di marmer indah Plaza Indonesia. Agak malam, berturut-turut teman yang lain datang : Zen, Teguh, Bambang, Lowobiroe, Iqbal, dan Yudhi.
Setelah Mas Bahtiar pamit, Bambang dan Teguh menyusul. Sisanya : Saya, Zen, Iqbal, Yudhi, dan Lowobiroe melanjutkan “Berwisata Malam“.
Berjalan kaki kami meyusuri : Start dari BHI, menyusuri Jl. Thamrin hingga perempatan Sarinah, belok ke Timur menyusuri Jl. KH. Wahid Hasyim hingga perempatan Sabang. Disana kami menyusuri Pusat Jajan Malam Jl. Sabang hingga ketemu Jl. Kebon Sirih. Dari sini kami berbelok ke arah Timur hingga di Jl. Jaksa. Disini akhirnya saya menemukan rokok yang sudah hampir 3 bulan saya idam-idamkan (SURYA ROLAS). Setelah beli rokok dan numpang ke kamar kecil, kamipun kembali menyelusuri hingar-bingarnya jalan jaksa hingga ketemu Jl. KH. Wahid Hasyim Kembali.
Disini kami berhenti sejenak di sebuah kios rokok sambil ketawa-ketiwi membayangkan kebodohan yang barusan dilakukan (jalan gak tentu arah-tujuan). Disini Zen berpisah, lainnya melanjutkan menyusuri jalan kembali.
Di perempatan Sarinah, Iqbal memisahkan diri. Dan akhirnya Saya, Yudhi, dan Lowobiroe kembali berjalan menuju tempat kos Yudhi di Kebon Kacang (Boncang Guest Host). Sesampai di kos, kamipun terkapar dengan suksesnya hingga ke esokan hari.
Dah ah…… pegel.
Pijetin donk………!!
PS : sorry, gak punya kamera.
.::he509x™::.
| Posted in » 