Diffable
Sebanyak 100 tunanetra Yogya berhasil mencatatkan prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI). Mereka menorehkan rekor kategori Penulisan Cerita Menggunakan Huruf Braille dengan Peserta Terbanyak, Minggu (9/12), di Hall Rektorat UNY. Catatan rekor itu menjadi koleksi MURI dengan nomor urutan 2910…..
Haru, senang, bangga, dan sederet perasaan lain yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata sesaat membaca berita ini di Harian Kedaulatan Rakyat. Ini adalah buktinya kalau Allah itu memang Maha Adil, Maha Kasih, dan Maha Penyayang.
Dibalik kekurangan, pasti ada kelebihan. Hanya saja kadang kita kurang/tidak tahu dimana letak kelebihan tersebut karena sudah sangat antipati dengan kekurangan yang ada. Apalagi ditambah ejekan serta dikucilkan oleh teman, keluarga dan lingkungan.
Kenapa harus malu dan rendah diri bila kita punya kekurangan? kalau kita jeli melihatnya, bukan mustahil hal tersebut justru membawa berkah dan merupakan kelebihan yang jarang/tidak dipunyani oleh orang lain.
Kadang kita sendiri tidak bisa melihat kelebihan tersebut, dan kita memerlukan orang lain untuk melihat atau memberikan saran kepada kita. So, jangan pesimis dulu kalau ada orang yang memberikan nasihat kepada kita. Dengarkan baik-baik apa perkataan mereka dan telaah dengan pikiran yang positif, lalu instropeksi diri serta coba ikuti saran mereka. Bila masih ragu, silahkan cari orang lain untuk mengkonsultasikan saran mereka.
Kembali pada para rekan tunanetra. Hasil karya para rekan diffable atau penderita/penyandang cacat memang sangat jarang dilihat. Hal ini mungkin karena fihak media yang kurang memuat berita-berita tentang mereka, atau memang lingkungan yang kurang memperhatikan keberadaan mereka. Padahal ada banyak dari mereka yang menorehkan hasil-hasil karya yang dapat dibanggakan. Pihak MURI dan Harian Kedaulatan Rakyat adalah salah satu pihak swasta yang mau merangkul dan menjembatani serta memberikan konstribusi kepada rekan-rekan diffable tersebut. Sedangkan pemerintah, saya kurang faham apakah mereka sudah memberikan konstribusi yang layak dan bisa dijadikan acuan / wadah hasil karya mereka.
Pemprakarsa acara tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa (Hima PLB)-UNY, didukung oleh jurusan PLB FIP UNY serta salah satu Hotel berbintang di Yogya. Sedangkan pesertanya adalah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Cabang Sleman dan kota Yogya, Perserikatan Tunanetra (Pertuna), dan Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis).
Sayang saya dan sebagian besar pembaca tidak bisa melihat contoh tulisan ceritera mereka, tetapi biar bagaimanapun dari hati yang sangat dalam saya pribadi sangat salut pada kegigihan mereka. Sambil terbayang-bayang …. “bagaimana yah jika tulisan mereka dituangkan didalam BLog?” Kira-kira ada ide tidak, bagaimana penulisan dan penyampaian serta design khusus untuk mereka? Karena menurut Perwakilan MURI-Semarang, pernah ada rekor yang dilakukan tunanetra secara individual yang mengoperasikan komputer terlama.
Well, monggo kita sedoyo dipun pikiraken kagem semangat lan kebangkitan “Suara Baru Indonesia”. (Mari kita semua memikirkan untuk semangat dan kebangkitan “Suara Baru Indonesia”.
.::he509x™::.

3 Responses to “Diffable”
By
aLe on Dec 14, 2007 | Reply
semoga Allah selalu memberi jalan terbaik kepada umatNya, aMin.,
By
MaNongAn on Dec 14, 2007 | Reply
.::he509x™::.
By
mikow on Dec 14, 2007 | Reply
Amin juga..