Nyamuk

Written on 27 - June - 2008 – 16:09:17 | by MaNongAn |

nyamukNginnnnngggg…..Nginnnnngggg…..Nginnnnngggg….. (nyamuk sialan !)

Lagi enak-enak duduk santai, lagi enak-enak tidur, atau lagi enak-enakan nyantai lainnya, apabila mendengar suara tersebut di kuping rasanya sebel banget. Apalagi bila di tepuk gak kena-kena. Bikin mangkel dan dongkol hati aja.

NYAMUK !
Yups, binatang kecil tersebut memang menjemukan. Selalu saja mengganggu dimanapun kita berada. Serangga ini juga tertuduh sebagai penyebab beberapa penyakit yang di hinggapi oleh manusia. Antara lain mereka adalah penyebab penyakit : malaria, demam berdarah, dan lain sebagainya.

Selain dari hal tersebut diatas, tahukan teman kenapa nyamuk selalu berisik ditelinga kita sebelum mereka hinggap ditubuh lalu menghisap darah kita?

Seperti ceritera-ceritera yang lain, cerita ini saya dapatkan dari si OM yang ngePunk abis.

Ceritanya begini :
Sejak pertama diciptakan oleh Tuhan, makanan nyamuk memang menghisap darah. Entah itu darah manusia atau darah binatang. Akan tetapi nyamuk lebih menyukai darah manusia, mungkin karena lebih bergizi dan berprotein tinggi.

Suatu hari, ada seekor nyamuk kecil yang baru lahir dan belum berpengalaman dalam mencari makanan. Sudah seharian dia keliling berputar-putar mencari makanan tetapi dia bingung makanan apa yang cocok untuk dia.

Pertama sinyamuk kecil memakan buah-buahan, tetapi rasanya sangat tidak enak dan dia susah mengambil sari dari buah-buahan tersebut. Lalu dia pulang kerumah dan bercerita kepada orang tuanya tentang makanan tersebut.

Dengan bijak, orang tua menerangkan kalau makanan bangsa nyamuk adalah darah. Dan yang paling lezat serta bergizi adalah darah manusia. Oleh karena itulah sinyamuk kecil disarankan oleh orang tuanya untuk mencari darah manusia.

Keesokan harinya sinyamuk kecil berangkat mencari darah, dan yang dituju adalah darah manusia. Tapi sungguh sayang, karena orang tuanya tidak menyebutkan ciri-ciri dari manusia itu seperti apa dan bagaimana.

Suatu ketika dia sampai di dekat sebuah kandang sapi, dia berfikir bahwa itulah manusia, maka dengan semangatnya dia lalu hinggap ditubuh sapi tersebut serta menghisap darah si sapi. Ternyata darahnya tidak enak dan akhirnya ditinggalkanlah sapi tersebut.

Lalu dia pulang kembali kerumahnya dan menceritakan pengalamannya itu kepada orang tuanya. Sekali lagi dengan bijak orang tua nyamuk tersebut menyebutkan bagaimana ciri-ciri dari manusia.

Keesokan harinya dia berburu kembali, dan sampailah dia pada sebuah kampung. Pada suatu rumah dia melihat ada sesosok tubuh yang ciri-cirinya persis sama dengan apa yang sudah diberitahukan oleh orang tuanya. Karena sudah ingin merasakan bagaimana rasanya darah manusia, maka dia langsung menghampiri tubuh tersebut lalu hinggap dan mencoba untuk menghisap darahnya.

Akan tetapi …………..
Sudah berkali-kali dia berusaha untuk menghisap darah tubuh tersebut, berkali-kali itu pulalah dia gagal mendapatkan darah segar seperti keinginannya. Setelah sekian lama dia berusaha dan mencoba tapi tidak menemui hasil, akhirnya di memutuskan untuk kembali curhat kepada orang tuanya.

Sesampai dirumah, nyamuk kecil menceritakan kejadian hari itu dan dengan sedikit protes dia mengatakan bahwa darah manusia tidak enak dan lezat seperti yang sudah diceritakan oleh kedua orang tuanya.

Dimana-mana orang tua selalu sayang dan beerusaha untuk berlaku bijak serta dengan lemah lembut dia menanyakan kepada sinyamuk kecil.

Ayah Nyamuk :
Apakah ciri-cirinya sudah tepat seperti yang Ayah ceritakan kepadamu?
Anak Nyamuk :
Sama persis dengan gambaran yang sudah Ayah dan Ibu berikan.
Ayah Nyamuk :
jikalau sudah sama persis, sudahlah pasti itu manusia.
Anak Nyamuk :
Tetapi dia tidak mempunyai darah.
Ayah Nyamuk :
Bisakah kamu ceritakan bagaimana kondisi manusia tersebut?
Anak Nyamuk :
Saat itu disebuah rumah ada sesosok tubuh manusia yang sedang berbaring tidur ditengah ruangan. Bajunya berwarna putih dari kaki hingga kepala dan hanya wajahnya saja yang terlihat. Wajahnya berwarna putih sama dengan baju yang dia kenakan. Lalu saya datangi dan hinggap di pipi tubuh tersebut dan mulai mencoba menghisap darahnya. Tetapi, sudah sekian lama saya berusaha, saya tidak mendapatkan darah seperti yang saya inginkan.
Ayah Nyamuk :
Stop…stop…. jadi manusia tersebut tidur ditengah ruangan dan dibaluti baju putih dari ujung kaki hingga ujung kepala, serta hanya wajahnya saja yang terlihat?
Anak Nyamuk :
Demikianlah Ayah.
Ayah Nyamuk :
Owh baru kumengerti apa yang terjadi.

Lalu dengan bijak si Ayah Nyamuk menceritakan bahwa yang dihisap oleh anaknya adalah sesosok tubuh manusia yang sudah mati. Pantas saja tidak ada darah yang keluar ketika dihisap. Kemudian si Ayah memberikan sebuah Tips dan Trik cara mencari manusia yang hidup.

Ayah Nyamuk :
Jikalau kamu menemukan manusia, sebelum kamu hinggap ditubuhnya, cobalah kamu untuk berputar-putar sebentar di telinga orang tersebut. Jika tubuh atau tangan orang itu bergerak karena terganggu oleh suara bising yang kamu keluarkan ….. itu tandanya bahwa tubuh tersebut masih segar dan masih banyak mengandung darah segar yang bergizi.
anak Nyamuk :
Begitukah Ayah? OK, besok saya akan berusaha mencari tubuh manusia kembali dan melaksanakan saran Tips dan Triks yang sudah Ayah berikan kepadaku.

Akhirnya hari esokpun tiba, dan dengan semangat yang membara si Nyamuk Kecil lalu mendatangi kampung yang kemarin. Ditempat rumah yang kemarin dia melihat banyak manusia yang mengelilingi tubuh mayat tersebut. Diapun melaksanakan tips dan triks yang sudah diberikan oleh orang tuanya.

Setelah berputar-putar sebentar ditelinga sesosok tubuh perempun yang sangat montok, si pemilik tubuh merasa terganggu dan mencoba mengusir nyamuk tersebut dengan menyibak-nyibakkan tangannya. Kemudian si Nyamuk Kecil hinggap ditubuh montok tersebut, lalu segera dia menghisap darahnya.

Akhirnya ……….. si Nyamuk Kecilpun bisa menikmati darah manusia yang segar dan bergizi. Dia sangat menikmati kelezatan darah manusia itu, dan ternyata benar apa yang sudah dikatakan oleh orang tuanya, bahwa darah manusia itu sangatlah lezat, segar, dan berprotein tinggi.

Karena merasakan gatal dan melihat ada seekor nyamuk kecil yang hinggap ditubuhnya, pemilik tubuh montok tersebut menggerakkan tangannya lalu
……………..
……………..
……………..
……………..
PLAKZZZZ !!
……………..
……………..
……………..
……………..
Akhirnya, matilah si Nyamuk Kecil itu dengan sukses dengan wajah seperti tidak terjadi suatu hal apapun juga pada dirinya.

Rupanya orang tua si Nyamuk Kecil lupa memberitahukan kepada anaknya untuk berhati-hati dan bersiap siaga penuh dari tangan manusia. Karena sewaktu-waktu tangan itu dapat membunuh dirinya.

Demikianlah cerita yang saya dengar dari Si Om yang Ngepunk abis. Itulah mengapa nyamuk selalu berputar-putar ditelinga kita dahulu sebelum dia menghisap darah kita. Dan kenapa juga nyamuk selalu bisa kena jika kita tepuk.

NB : Gambar diunduh dari sini.

Pesan Moral :
Takut bertanya, matilah kemudian.
Jika mengajari, janganlah setengah-setengah.

.::he509x™::.

Related Posts

Put your related posts code here
  1. 15 Responses to “Nyamuk”

  2. By goop on Jun 27, 2008 | Reply

    [...]Dan kenapa juga nyamuk selalu bisa kena jika kita tepuk[...]
    ngga selalu kok kang, *lirik paragraf awal* :P
    __________________________
    bisa juga kan nyamuk kecil sudah tidak sabar melihat tubuh montok, hihi… *slurp*
    nyamuk kecil, muda cenderung kurang sabar, kenapa yak?
    sama juga yang bakar mobil, ban dan corat coret, eh mulai OOT nih :lol:

    salam,goop!

  3. By MaNongAn on Jun 27, 2008 | Reply

    Goop :
    Wah iya, RALAT : … selalu hampir bisa kena kita tepuk.

    .::he509x™::.

  4. By Epat on Jun 27, 2008 | Reply

    jadi klo tidur dengan selimut putih bisa aman dr gangguan nyamuk? atauharus selimutan kain kafan dulu? kekeke

  5. By MaNongAn on Jun 27, 2008 | Reply

    Epat :
    Sorry, Akismetnya lagi goblok, semua comment masuk ke SPAM.

    Waduh, aku kalo tidur make selimut jambon sing kembang-kembang jeh.

    Nek u mau make kain kafan duluan, yoh monggo mengko tak dungakke selamet tekan ghonne.

    .::he509x™::.

  6. By ulan on Jun 28, 2008 | Reply

    oooooo jadi gitu ya cara mbedain mana mayat mana bukan, aku praktekin ah..

  7. By MaNongAn on Jun 28, 2008 | Reply

    Ulan :
    Sepertinya sih begitu …… maklum saya blom pernah jadi mayat :P

    .::he509x™::.

  8. By kw on Jun 28, 2008 | Reply

    kasian juga ya nyamuk, kita tak pernah rela sedikitpun menyediakan makanan buatnya :)

  9. By didut on Jun 29, 2008 | Reply

    critanya panjang nih….*bookmark dulu*

  10. By MaNongAn on Jun 30, 2008 | Reply

    kw :
    tergantung gangguan dan refleks kita gimana :)

    didut :
    siap, monggo masukkan RSS sekalian ajah :D

    .::he509x™::.

  11. By viestinlove on Jun 30, 2008 | Reply

    emang mayat gak da darahna ya??
    waktu aku di pemakaman almarhum temenku yang meninggal di kecelakaan, aku ngeliat darah keluar dari kepalana. itu gimana itu???

  12. By MaNongAn on Jun 30, 2008 | Reply

    viestinlove :
    waduh saya gak faham tuh, cuba tanyakan mbah google. :D

    .::he509x™::.

  13. By Ndoro Seten on Jul 1, 2008 | Reply

    nyamuk memang musuh paling nganyelke di rumah….
    saya sampe siaga tamplekan raket 2 je kang!

  14. By MaNongAn on Jul 1, 2008 | Reply

    Ndoro Seten :
    kasian si Nyamuk Kecil itu …..

    .::he509x™::.

  15. By mysyam on Jul 1, 2008 | Reply

    hehe, saya tidak perlu menepuk nyamuk tapi saya sabet pake raket nyamuk, pletek…pletek.. :D hehe..

  16. By MaNongAn on Jul 1, 2008 | Reply

    mysyam :
    idem sama Ndoro Seten yah.

    .::he509x™::.

Post a Comment

About Me

509 = liMA NOl/kosoNG sembilAN = MaNongAn = MAkan NONGkrong NGANtuk

.::he509x::.

More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader
Find entries :