Archive for the ‘makan’ Category
Tuesday, August 12th, 2008 |
“Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya, dipanjangkan umurnya, maka lakukanlah SILATURAHMI.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Perjalanan saya kali ini menuju kota Yogya sungguh hal yang tidak sia-sia. Meskipun kurang tidur dan istirahat, tetapi kepuasan batin memang tidak bisa digantikan dengan hal yang lainnya.
Mungkin kawan-kawan sudah bosan melihat tulisan saya yang isinya hanya kopdar,kopdar, dan kopdar. Namun demikian yang penting NIAT saya adalah untuk mempererat tali silahturahmi dengan kawan-kawan sekalian. So, silahkan pura-pura gak pernah baca Blog saya aja deh.
080808 : JUMINTEN
Acara Pertama Sultan kembali ke Yogya. Dia pulang dengan membawa calon Prameswari yang didapat dari Nagari Pasundan Kutho Angkot. Selain beliau, tamu yang datang adalah Pakdhe Mbilung, Mas Suprie, dan Mas Pitra.
Dini harinya acara dilanjutkan dengan Sarapan di Warung Gudeg Permata. Dari sini meluncur ke Candi Gebang Suite.
090808 : Momon Day’s

Pagi hari agak siang Sarapan, terus meluncur ke Wisma Joglo Seturan. Setelah beres-beres dan koordinasi acara untuk nanti malam, saya beserta Pakdhe Mbilung, Tika, dan Suprie meluncur ke Shapire Square. Disini kita hanya sebentar mengantar Pakdhe beli kawos sikil, Suprie beli Sandalian, dan Tika beli sepatu.
Dari sini kita meluncur ke Starbuck Amplaz. Sedang asyiknya ngobrol, datang Pakde Totot. Dan tak berapa lama, muncul ekowanz dan Mbak Dian.
Setelah Ashar ekowanz dan Mbak Dian pamit salin pakaian, menjelang maghrib Pakde Totot pamit pulang ke Jakarta. Sedangkan sisanya kembali ke Wisma Joglo untuk salin dan persiapan terakhir acara.
Setelah Maghrib, rombongan dagdigdug datang. Mereka adalah : Paman Tyo, Pak Didi Nugrahadi dan Nyonya, Pak Heppy, dan 2 orang lagi yang saya lupa namanya.
Sekitar jam setengah tujuh rekan-rekan lain mulai berdatangan, dan akhirnya acara dimulai sekitar jam 8 malam setelah Ndorokakung datang bersama Antobilang.

Acaranya sederhana saja. Peluncuran cepernista, makan-makan, serta penutup adalah suprise untuk Pepeng-Memeth dan untuk Ketua kelas Momon.

Setelah acara bubar, kita-kita masih ngobrol sampai dini hari. Dilanjut koprol ke Angkringan Tugu kurang lebih hingga jam 3-an.
Dari sini kita berpencar, sedangkan saya, Pakdhe Mbilung, Suprie, Goen, dan Leksa menginap di Candi Gebang Suite.
100808 : Wisata Kuliner
Sekitar jam 11 siang setelah sarapan kami berangkat dari Candi Gebang suite menuju Wisma Joglo. Dari sini kita meluncur ke Gudeg Hj.Ahmad-Seturan.
Dari sini sekitar jam setengah 3 sore, Nona Dita dan Suprie pamit pulang.
Sekitar jam 4 sore rombongan dagdigdug kemblai ke Wisma, sedangkan rombongan kami koprol ke Djendelo Cafe menunggu jam 5 sore. Setelah Mbak Memeth dan Pepeng datang, kami langsung meluncur ke Nasi Goreng Brutu yang terletak di warung tenda sebelah Galleria Mall.
Disini Pasukan dari Semarang ikut bergabung. Setelah puas berhaha-hihi, kami meluncur ke Mie Pak Pele (Pojok Timur-Selatan Alun-alun Utara). Disini kita bertemu kembali dengan rombongan dari dagdigdug.
Menjelang dini hari, setelah rombongan dagdigdug kembali ke Wisma, kita koprol ke Lesehan Kali Code. Disini Mbak Pito bergabung. Karena gerimis mengundang, kita pintong ke MC’D (disini paman dan momon bergabung). Karena suasana tidak mendukung (terlalu bersih) kita pindah ke Goboek Cafe (Pom Bensin Sagan).
Sekitar jam setengah empat kita bubar. Paman Budayawan dan Ndoro Koran Cerdas berdua naik taksi menuju Wisma, sedangkan saya, Pakdhe Mbilung, Momon, dan Sita mengantar Pito ke Stasiun. Dari sini kita kembali ke CGS.

110808 : PULANG
Sekitar jam 7 pagi dapat kabar, Ndoro Koran Cerdas tertinggal pesawat. Sepertinya beliau tidak rela mengetahui Pakdhe Mbilung kemarin malam telah membuang 1 tiket menuju Denpasar, dan mencoba untuk membuang juga 1 tiket menuju Jakarta.
Setengah delapan malam berangkat menuju bandara di selingi sarapan didalam mobil.
Setelah Pakdhe berangkat, Tika dan Sita (Tika Sist) mengantar Momon ke kantor. Sedangkan saya koprol ke Stasiun Maguwo untuk menunggu KA.PRAMEKS menuju Solo.
Sekitar jam setengah dua belas siang sampai dirumah. Boboks manis sampai jam 10 malam.
-SEKIAN-
.::he509x™::.
Posted in makan, ngantuk, nongkrong | 14 Comments »
Tuesday, July 22nd, 2008 |
Kemalumon : merupakan sebuah singkatan yang berarti Ke Mana Aja Lu, Mon!. Sedangkar arti sebenarnya adalah : untuk menyebut sesuatu yang sudah purba, kuno, ketinggalan jaman, jadul, basi, kuper, dan out of date.
Demikianlah gambaran postingan saya kali ini, namun demikian …. saya ingat apa kata dari seorang Paman yang bijak. Beliau mengatakan bahwa : Jangan takut posting Anda dibilang basi. Jika Anda memang menikmati penulisan posting itu, blogkan saja.
Oleh karena itulah, persetan orang mau ngomong apa yang penting asyik aja choy ! Akhirnya saya beranikan diri untuk memposting laporan kopdar kemaren.

Ceritanya begini :
Setelah sekian lama absen dari pertemuan rutin bloger yogya (CahAndong), jum’at kemarin tanggal 11 Juli 2008 saya berangkat menuju kota Yogya. Karena saya tidak mempunyai kendaraan, maka saya berangkat menumpang angkutan umum. Favorit saya adalah KA.PRAMEKS (Prambanan Ekspres) jurusan Solo-Yogya. Meski kondisi gerbong ramai dan tidak dapta tempat duduk, tetapi menurut saya masih nyaman. Hal ini dikarenakan tidak ada pedagang asongan dan pengamen yang naik kereta ini. Selain itu, jarak tempuh lebih cepat (sekitar 55 menit, bus kota sekitar 2 jam). Harga tiket juga murah (Rp. 7000,-). Hal yang menarik lainnya adalah, disini kita bisa cuci mata Jika memungkinkan, selama perjalanan kita bisa jalan-jalan antar gerbong.
Sengaja siang hari saya datang ke Yogya, sampai sana sekitar jam 4 sore. Turun di Stasiun Lempunyangan, saya sudah dijemput oleh teman yang sebelumnya kita memang sudah janjian untuk ketemu. Dari sana kita langsung menuju sebuah toko untuk membeli kado untuk rekan yang sedang berulang tahun. Dari sini kami menuju sebuah warung untuk makan malam. Sekitar jam 8 malam saya diantar menuju malioboro dan kami berpisah disini.
Sambil menunggu jam 9, saya pergi menuju Angkringan Tugu. Gak tau kenapa kok bawaannya laper terus. Sekitar jam 9 kurang, lalu saya pergi menuju titik 0 Km (Monumen Sebelas Maret). Disana sudah ada : Goen, Mr. Yahya, Memed, Nico, dan ketiga temannya yang berasal dari Jakarta. Malam ini kita mencanangkan “Juminten Batik”. Dimana seluruh peserta harus menggunakan Kain Batik demi melestarikan Budaya bangsa. Tetapi kita lupa untuk menyebutkan kata pakaian/baju didepan kata batik. Akhirnya, Nico hanya membeli slayer motif batik, Memed membawa selendang batik, disusul Dina memakai kerudung batik. Tapi setidaknya mereka sudah berusaha untuk membawa/mengenakan batik. Sedangkan yang tidak mengenakan sama sekali, yaitu Ijal. Dan malamnya saat kita sudah mau bubar, Adit datang juga tidak memakai batik. Dia tadinya tidak mau datang dengan alasan sedang sakit. Tetapi mereka berdua sudah sukses mendapatkan ejekan-ejekan dari rekan-rekan. Dan malam itu ada calon anggota baru yang juga datang tidak memakai batik, tetapi kita semua memakluminya. Oh iya, sepertinya Tika juga gak make batik malam itu, tapi luput dari cacian kita.
Sekitar jam 12 malam, kita “Pintong” mencari makan. Pertama lokasi yang dituju adalah Warung “BuLat”, Tetapi ternyata malam ini BuLat tidak jualan. Maka kami segera pindah lokasi menuju Gudeg Bioskop Permata (Utara Lampu Merah). Setelah kenyang dan dirasa cukup kita bubar. Saya, Goop, Goen, dan Ijal meluncur kerumah Adit. Disini kita bermalam.
Keesokan paginya kita semua sarapan di warung soto (lupa namanya), tadinya kita berencana makan jam 6, apadaya kita kesiangan dan akhirnya makan sekitar jam 9 siang. Pulang dari makan, Tika datang dan sedikit kecewa karena terlambat ikut sarapan.
Sore hari mbak Dina datang, lalu sekitar jam 4 lewat kita meluncur dengan tak pasti hendak kemana. Disini Uncle_Goop pisah dengan kita karena ingin mengunjungi teman lamanya di kaliurang. Kita semua gak ada planning mau kemana, sempet saya telpon antok mereka ada dimana (dia bilang sedang di Kota Gede bersama Nico dan teman dari jakarta). Tadinya kita mau nyusul kesana, entah kenapa supir kita langsung meluncur ke arah Gunung Pathuk. Akhirnya kita (Tika, Dina, Adit, Goen, Leksa, Saya) bermalam mingguan di sebuah warung di Gunung Pathuk.
Keesokan harinya (minggu), kita semua meluncur ke UGM. Seharusnya menurut jadwal, hari itu ada jadwal Jablay (2 minggu sekali). Namun ternyata rekan-rekan lain banyak yang tidak datang. Yang menyusul hanya Uncle-Goop dan Funkshit saja. Tak apalah, kemungkinan rekan-rekan sedang lelah atau sudah ada janji lain.
Seharusnya pula hari ini ada jadwal untuk datang ke Keraton, tetapi karena peserta Jablay sangat sedikit dan tidak ada kepastian dari rekan-rekan lain, akhirnya siang hari sekitar jam 2 siang dengan diantar tika ke Lempuyangan, saya pulang kembali ke Solo.
Minggu berikutnya…….. saya kembali datang keacara Juminten. Kali ini saya ketinggalan pesan tiket nonton Batman : Dark Knight. Akhirnya sampai di Jogja bingung mo kemana, akhirnya saya hubungi Goen dan kita ketemu di Angkringan Tugu. Lalu dapet sms dari Tika mengabarkan dia sedang ngemsi di Malioboro Mall. Lalu saya dan Goen koprol kesana, jam 9 malam saya dan Goen meluncur ke titik temu Juminten.
Ternyata disini sedang ramai ada acara “Joget 24 Jam NonStop”. Lumayan bisa nonton hiburan sebentar sambil menunggu reekan-rekan lainnya untuk ngumpul. Owh iya, Juminten kali ini kita kedatangan Mas Iman Brotoseno yang sebelumnya ikut rekan-rekan nonton Batman.
Malamnya kita makan di warung bioskop permata, dari sini saya dan Leksa nginep lagi ditempatnya Adit. Owh iya, malam ini si Goen pulang ke Pontianak tapi lewat Surabaya.
Keesokan hari (sabtu), tidak ada kabar-kabari dari rekan-rekan. Akhirnya saya, Adit, Leksa dan Dina bersepakat untuk nonton Batman. Akhirnya ……. kita bisa balas dendam gara-gara kemaren terlambat pesen tiket. Niatnya kita mau nonton yang jam 7 malam, apa daya bangku yang kosong hanya aa di Midnight (23:30). Akhirnya sambil menunggu pilem dimulai, kita ke Foodcord dulu, sekitar jam 7 malam kita lanjut koprol menuju Cafe Kinoki-Kota Baru. Disini yang ikut gabung Andre dan Vivia. Meski anggota hanya sedikit, tapi lumayan menghibur karena kami semua sepertinya senang. Dan akhirnya sekitar jam sebelas kurang kita pergi menuju AMPLAZ untuk nonton.
Pulang dari nonton, Leksa mengantar Dina pulang. Dan keesokan harinya setelah sarapan soto bersama adit, sekitar jam 12 siang saya pulang kembali ke Solo.
Byuh …….. minggu ini bisa koprol ke Yogya lagi apa enggak yah ???
Foto by : ekowanz
Pengertian :
- Juminten : Jum’at Midnight Tengak-tenguk.
- Batik : berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.
- Jablay : Jogja Bloger Day’s, sebuah acara kumpul-kumpul dipagi hari di UGM-Boulevard.
- Kata-kata lainnya bisa dilihat di wiki cahandong
.::he509x::.
Posted in makan, ngantuk, nongkrong | 17 Comments »
Saturday, March 1st, 2008 |
Jum’at MidNite Tenguk-Tenguk
Tak Kenal, Maka Tak Sayang.
Demikian sebuah pepatah menyatakan. Begitu pula dengan kami para Bloger Yogyakarta yang bernaung dibawah Komunitas CahAndong. Kami menyadari sesadar-sadarnya, kami memperhatikan sehati-hatinya, serta kamipun menimbang setimbang-timbangannya *harah*.
Kemudian kami menelaah hal-hal yang tidak tersebut diatas tadi, maka memutuskan bahwa : Per hari jum’at tanggal 29 Februari 2008 kemaren ini, kami warga CahAndong memprakarsai kembali satu buah kegiatan guna mempererat tali silahturahmi serta untuk menambah wawasan para bloger Yogya pada khususnya, juga blogosphere pada umumnya. Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan secara rutin setiap jum’at malam / malam sabtu, berlokasi didepan Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta (Utara-Timur perempatan Kantor Pos).

Prolog : Kisah seorang tokoh Kantung Semar yang sedang melancarkan Serangan Umum 1 Maret guna memperpanjang daftar Najis Tralala.
Kesamaan aksi, waktu, nama, dan tempat dengan hal-hal yang lain, itu memang kami sengaja agar pas serta marem dengan momentnya !!
Acara JUMINTEN ini terbuka bagi rekan-rekan atau teman-temannya atau saudara-saudaranya atau siapa saja yang ingin meramaikan suasana malam. Acara ini berlangsung dari jam 5 sore WICA until DROP !
PERHATIAN : bagi yang mempunya penyakit sering kebelakang, sebelumnya kami sarankan untuk meminum jamu atau obat Tahan Kebelakang agar tidak merusak hari dan masa-masa indah anda pada saat menikmati obrolan, guyonan, serta diskusi dengan kami.
Peserta JUMINTEN Pertama:

Berdiri : Goen, Amma, Momon, Tika, Sandalian.
Jongkok : Pangsit, Annot, Eko, MaNongAn, Zam, Anto, Leksa.
Keterangan :
- Kamera : Tidak Terkenal.
- Kepunyaan : Ekowanz Kassela.
- Edit by :Photoshop CS2
Kegiatan :
- Penantian rekan-rekan dibawah hujan gerimis.
- Menyantap jajanan pasar yang dibawa oleh Anto dan Amma.
- Menguntit.
- Foto Bareng dengan Zamode style.
- Makan di Angkringan Kandang Menjangan.
- Bubar.
Demikian pesan serta liputan singkat dari TKP.
10-10, 10-15, 10-24.
SEKIAN
10-100 (abis dapet 1GB dari Anto nih).
-MaNongAn-
.::he509x™::.
Posted in makan, nongkrong | 7 Comments »
Monday, February 25th, 2008 |

Sabtu 23 Februari kemarin saya dan beberapa rekan dari CahAndong melaksanakan 2 buah kegiatan yang sudah lama terjadwalkan. Yaitu : Mencoba Bus Trans Jogja dan Pergi ke SEKATEN.
Bus Trans Jogja
Sekitar jam 5 sore kami berkumpul di Bunderan UGM, tepatnya di Wedangan depan markas Menwa UGM. Yang berkumpul saat itu adalah : Saya, Zam, Anto, Pangsit, dan Goen. Setelah memarkirkan sepeda motor di RS. Panti Rapih, kamipun bergegas menuju Shelter/Halte Bus BTJ di depan Panti Rapih sisi Utara.
Saya mengira harga tiket adalah Rp. 3.000,- ternyata hari itu karcis/tiket masih seharga Rp. 1.000,-/orang (5th keatas). Kamipun lalu masuk kedalam kurungan halte yang sempit. Berhubung saat itu yang ada hanya kami berlima, jadi tidak terasa sempitnya. Tak berapa lama (sekitar 15 menit) BTJ pun datang. Whuaaah, ternyata penuh sesak oleh ibu-ibu dan anak-anak kecil yang saya berfikir mereka sedang “berwisata transportasi”. Karena tidak semua anggota tim yang bisa ikut, akhirnya kami memutuskan untuk naik BTJ selanjutnya.
Tak berapa lama mulai bertambah penumpang yang ingin menaiki bus ini, tempatpun bertambah sesak. Ada kejadian, beberapa kali mesin tiketnya rusak. Sehingga calon penumpang mamsuki area dengan melewati pintu cadangan.
Akhirnya bus keduapun datang, lagi-lagi penuh sesak dengan para ibu dan anak kecil. Tetapi kali ini kami berlima bisa masuk semuanya, dan dimulailah perjalanan pertama kali menaiki “Bus Trans Jogja”.
Berhubung diluar gelap, saya tidak tahu jalan mana saja yang kami lalui. Tahu-tahu kami sudah sampai didepan “Taman Pintar”, kamipun turun disana. Saat turun Mat “Zam” nDoyok menelpon posisi Leksa, Nico, dan mbak senja yang katanya sudah ada dilokasi sekaten. Ternyata mereka ada di alun-alun selatan, sedangkan tempat sekaten ada di alun-alun utara. Lalu kami menuju “Masjid Agung Kauman”, dan sebagian dari kami melaksanakan Sholat Maghrib dan Isya.
Dihalaman masjid ini mbak Cya “Fame” pyla bergabung. Dia juga memarkirkan kendaraannya di RS. Panti Rapih, tetapi dia naek bus biasa menuju malioboro. Dari malioboro dia ajlan kaki menuju masjid agung. Dia membawa oleh-oleh “Kerak Telor Khas Betawi”, kamipun beramai-ramai menyantap kerak telor tersebut.
Tak berapa lama Fah “Leksa” rizal datang bergabung, tapi anehnya dia datang sendiri tidak ditemani oleh Nico dan Mbak Senja. Ah ternyata mereka berdua sedang mengadakan sekatenan sendiri, dan Leksa sebagai orang ketiga mengalah mencari kelompok sekaten lain (kami).
SEKATEN

Setelah tidak ada penambahan anggota lagi, mulailah kami bergerak memasuki areal acara Pesta Rakyat (Sekaten). Keluar halaman Masjid Agung, kami dikenakan biaya Rp. 1.000,-/orang. Beberapa rekan sempat menanyakan “Mau beribadah (Sholat didalam Masjid) saja, kok harus bayar?”. Tetapi kemungkinan orang-orang pemungut “Pajak 1.000″ itu mengetahui tidak semua yang keluar dari Masjid itu sudah membayar tiket sekaten di pintu masuk utama. Maka mereka memungut biaya tersebut (jika bisa menunjukkan tiket masuk, tidak akan dikenakan biaya).
Memasuki area sekaten, kami langsung menuju penjaja mainan khas sekaten “Kapal Klotok”. Si Anto membeli sebuah karena dititipi oleh seseorang.
Suasana sangat ramai dan padat, kamipun menerobos dan akhirnya tiba didepan Stand Tong Setan. Kamipun membeli tiket dan menonton sebuah penampilan mengerikan dari seorang pengendara motor tanpa pelindung yang mengitari sebuah tong terbuat dari kayu.
Keluar dari sini turun hujan dan kami berlarian mencari tempat berteduh. Ternyata kami berteduh didepan Stand “Rumah Hantu”, jiwa nDoyok kamipun tertang untuk mencoba memasukinya. Formasi jalan beriringan : Saya, Goen, Leksa, Pangsit, Fame, Anto, dan Zam. Ah, ternyata hanya segitu saja. Bukannya membuat kami ketakutan, tetapi keluar dari stand ini kami malah tertawa terbahak-bahak.
Hal ini dikarenakan hanyu-hantunya tidak ada yang seram (hanya menang bau dupa yang menyengat). Si Zam gagal mengambil gambar karena hantunya ngumpet. Dan si Zam kehilangan hantu terakhir karena sang hantu meninggalkan posnya mengikuti kita ikut keluar arena (mungkin dia naksir Anto yg saat itu posisi paling belakang karena Zam tertinggal jauh).
Begitu keluar dari arena, hujan reda. Setelah berfoto-foto sejenak, kamipun melanjutkan perjalanan kembali. Melewati Stand sebuah kendaraan bermotor, disana ada seorang artis sedang mentunkan lagu dangdut. Kamipun berhenti dan menonton. Niat kami untuk mengikuti jogetan dan berfoto tidak terlaksana dikarenakan arena joget sudah penuh sedak. Kami berusaha menunggu lagu selanjutnya, tetapi lagunya tidak “Jogetistik & goyangable” akhirnya kamipun meninggalkan area tersebut.
Oh iya, sebelumnya kami melihat sebuah permainan entah apa namanya. Bentuknya bulat seperti komedi putar atau atap payung yang berisi bangku kayu yang melingkar. Para penumpang duduk berjejer tanpa ada pengaman yang melingkari tubuhnya (hanya bermodalkan berpegangan pada senderan bangku). Lalu beberapa orang lelaki memegangi bangku serta berlari semakin kencang memutar bangku tersebut sambil mereka beraktraksi mengoyang-goyangkan sehingga sambil berpegangan alakadarnya mereka ikut melayang mengikuti arah bangku tersebut. Suatu tindakan bodoh atau berani?
Akhirnya kami sampai di Stand “Kereta Kelinci”, sebelumnya kami membeli : kacang rebus dan arumanis. Kami berlima menaiki kereta kelinci, dan mendapatkan kenalan 2 orang gadis yang salah satunya ternyata satu jurusan dengan Goen di HI-UPN.
Setelah puas naik kereta kelinci, kami membeli “Tahu Pong” dan “Kue Bolang-Baling”. Selanjutnya kamipun menuju “Wedangan” untuk menyantap tahu dan kue yang kami beli tadi serta untuk memesan minuman serta menyantap Sego Kucing.
The End
Agak lama kami berada diwedangan, sambil ngobrol kami menunggu hujan agak reda. Ada hal yang menarik disini : “Ada seorang pemulung lewat, dan hebatnya …… dia menggunakan Bluetooth/Headseat ditelinganya” (kami kurang jelas apa sebenarnya ditelinganya dikarenakan agak gelap. Dia berhenti tidak jauh dari wedangan tempat kami nongkrong, sehingga kami bisa memantau gerak-gerik dia saat mengeluarkan sebuah HandPhone dan ngutak-ngatik (entah sedang SMS atau sedang mengganti lagu yg sedang didengarkan).
Setelah hujan sudah reda, kami bergegas pulang. Jalur yang kami lalui : alun-alun Utara, jl. malioboro, jl. mangkubumi, Tugu belok kanan (timur) melewati Jembatan Gondolayu, terus hingga perempatan Gramedia/kantor pos polantas/Kodim, Belok ke kiri (utara) Jl. Cik Ditiro. Sampai di pertigaan jl. kartini kami berhenti dan berunding akan melanjutkan kemana. Karena tidak ada titik temu, akhirnya saya mengajak mereka untuk ke kantor saya yang hanya berjarak kurang dari 100 meter. Disini sebagian dari kami melepaskan lelah dan sebagian begadang sampai pagi (termasuk saya).

Selama perjalanan tersebut kami sempat berhenti dan berfoto di :
- Depan Istana Kepresidenan
- Perempatan Jl. Pasar Kembang
- Tugu
- Burjo Gondolayu
- Patung Pak Wibawa (polisi)
Demikian liputan dan cerita kami dalam melaksanakan perjalanan SEKATEN di malam mingu. Apabila ada kekurangan saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya.
Keterangan :
- Foto by : Anto, Zam, dan Feme; Edit Photoshop by : MaNongAn.
- Mengenai makna dan awal mula SEKATEN saya mempunyai pikiran untuk membahasnya dikemudian hari dengan membuat kategori/tag baru.
- Mengenai sekaten jalan kaki, ini merupakan kali kedua saya melakukannya. Yang pertama adalah disaat bersama rekan-rekan lesehan th 2005 silam menjamu saudara Didat Triyadi yg datang menyambangi kami.
Liputan terkait :
- Sekaten Malam Minggu
- Tong Setan
- ….
Posted in makan, nongkrong | 18 Comments »
Sunday, February 17th, 2008 |

Hari Kamis saat temu kangen dgn Ndoro Kakung, Momon dan Tika mengabarkan jika bu Drg.Evy hari sabtu pingin ketemu dengan kita-kita CahAndong/Bloger Yogya. Setelah konsolidasi dan konfirmasi melalui milis, maka hari sabtu 16 Februari 2008 maka kita bersama-sama menuju Hotel Mercure untuk bertemu Ibu Dokter.
Dikarenakan saat itu ada temen sesepuh MANONGAN-Tipes-Solo yg kebetulan berkunjung ke Yogya, maka pertemuan pertama dengan ibu dokter di Hotel tidak bisa terlaksana.
Sekitar jam sembilan malam dapat berita jika rekan-rekan sudah berada di Gudeg-Tugu. Maka setelah berpamitan dgn teman, saya meluncur ke tempat sasaran. Disana sudah berkumpul rekan-rekan dan sepertinya mereka sudah selesai menyantap makanan. Sedangkan saya, Tika, serta Iphan yang datang terlambat kemudian langsung memesan makanan pula. Disini kita tidak berlama-lama karena banyak pengunjung lain yang ingin makan, lalu kita beramai-ramai meluncur kembali ke Hotel.
Sampai Hotel, ternyata Ibu Dokter belum kembali dari Rumah Sakit (menemani ibunya yg sedang periksa mata). Dan kamipun mengobrol dengan mengambil ruang tengah, hal ini dikarenakan dekat dengan Lobby (kalau-kalau ibu dokter datang bisa langsung melihat kami), serta tempatnya yang agak luas serta nyaman.

Rekan-rekan yg hadir seingat saya saat itu adalah :
Saya, Zam, Momon, Tika, Iphan, ekowanz, Leksa, Goen, Pangsit, A-Bud, Alle, Manda, teman dari ID-Anime Agung, ….
Kemudian muncul Sandalian yg membawa serta Dubes CahAndong Biro Surabaya Sdri.Siwi.
(hayo absen sapa yg blom masuk ke daftar)
Sekitar jam 12 malam kurang Ibu DOkter belum kembali, kamipun memutuskan untuk pindah lokasi ke wedangan/Angkringan Tugu. Disana kita ngobral-ngobrol sampai sekitar jam 3 kurang.
Hari Minggu pagi dapat berita jika Ibu Dokter mau ketemu lagi dengan kita-kita (dikarenakan belum semua sempat bertatap muka). Sekitar jam 4 sore (bangun tidur) saya berangkat menuju Hotel Mercure. Syukurlah saat ini saya dan beberapa teman yg semalam datang dan belum bertatap muka dengan Ibu Dokter akhirnya bisa ketemu.

Disini kami yang hadir :
Saya, Momon, Tika, Iphan, Leksa, Dina, alle, Yanuar, Siwi, Sandalian, Joe, Gage (Bogor), Ancil (teman gage), Anto dan Bu guru Dina (teman Tika-Momon).
Disini kita ditraktir Pizza Hut (4 porsi) & Softdrink. Sambil menyatap makanan, kita bercerita dan tak lupa Siwi menjadi fotopgrapher dadakan karena dipinjemin kamera “Nikon-D80” milik Gage (bogor).
Sekitar jam setengah delapan malam kita meneruskan ke Wedangan/Angkringan Tugu. Sebetulnya Thomas Arie dan Lala Cinila akan ikut bergabung dengan kita, berhubung dia masih ada tugas dadakan yg harus diselesaikan dan juga dikarenakan di daerah bantul sana sedang hujan deras, maka mereka berdua TIDAK BERJODOH untuk kopdar bersama kita.
Disini kita tidak berlama-lama, karena anggota pasukan sangat minim untuk membuat total kerusakan. Selain itu sebetulnya kita sudah cukup membuat total kerusakan saat bertemu Bu Dokter Evy di Hotel Mercure tadi (elus-elus perut dan jenggot).
Demikianlah laporan kopdar bersama Bu Dokter Evy kemarin dan hari ini versi saya.
Ma’af saya tidak punya kamera, jadi gak bisa menampilkan screenshoot (kecuali rekan yg bawa saat itu ada yg rela menyumbang photo utk ditampilkan disini).
Keterangan :
- Gambar diambil dari : http://www.flickr.com/photos/sevenova
- Kamera : NIKON D80
- Kepunyaan : Gage Batubara
- Photographer : Siwi
- Editor : ACD FotoCanvas Lite V2.0 (Crop and plus high/contras Levels)
tambahan (edit by PhotoshopCS2) :

.::he509x™::.
Posted in makan, nongkrong | 25 Comments »