Archive for the ‘nongkrong’ Category

Ebliz dan IBLIS

Sunday, August 24th, 2008 |

TUHAN itu kalah baik dengan IBLIS. TUHAN selalu memberikan cobaan-cobaan sepada seluruh umatnya hingga akhir hayat. Sedangkan IBLIS selalu memberikan kesenangan dan kesejahteraan bagi penganutnya.

Demikianlah kira-kira ungkapan dari para manusia yang sudah tertutup hatinya, para manusia yang hanya memikirkan diri sendiri, para manusia yang sudah dibutakan seluruh panca inderanya untuk melihat serta merasakan kebesaran dan rakhmat dari TUHAN Yang Maha Esa.

Mereka telah mulupakan, bahwa TUHAN berbuat demikian karena CINTA dan SAYANG yang sangat besar kepada kita semua. Mengapa hal yang sepertinya sangat menyusahkan tersebut justru disebut dengan CINTA dan SAYANG ?

Karena, hanya TUHAN lah yang tahu pasti berapa kadar DOSA dan AMAL/IBADAH yang kita miliki. TUHAN tidak akan memberikan cobaan-cobaan kepada seluruh umat manusia jika manusia tersebut tidak kuat untuk menanggungnya. Bahkan dengan diberikan cobaan tersebut, TUHAN sedikit demi sedikit menghapuskan segala DOSA yang ada pada diri manusia hingga dosa yang dimilikinya itu habis. Selanjutnya, janji SURGA sudah menanti manusia dikehidupannya yang akan datang dan lebih kekal.

Kenapa pula IBLIS selalu memberikan rasa kesenangan, kebahagiaan, serta kemakmuran kepada para pengikutnya ?

Jangan salah sangka dulu. Dia berbuat demikian karena sengaja ingin menjerumuskan umat manusia agar bisa menemaninya di NERAKA pada kehidupan yang akan datang. Pula, IBLIS hanya bisa memberikan semua hal yang terlihat indah itu hanya dikehidupan sekarang saja. Lain itu IBLIS berbuat demikian juga bukan tanpa syarat, minimal syaratnya adalah manusia itu harus mau menjadi pengikutnya selama-lamanya.

Demikianlah hasil dari suatu perenungan yang saya dapatkan setelah bersama rekan-rekan EBLIZ (jelata andong) pada malam minggu kemaren menonton pementasan “Teater Dinasti” yang dimotori oleh EMHA AINUN NAJID beserta KYAI KANJENG dengan judul : “TIKUNGAN IBLIZ” di Taman Budaya Yogyakarta. Kami yang ikut serta adalah : saya, Goop, Tika, Antobilang, Leksa, Pangsit, Sandalian, dan temannya. Sebenarnya Momon tadinya ingin ikut serta, tetapi karena baru saja kembali dari Jakarta dan tertidur saat kami jemput, akhirnya dia tidak jadi ikut serta. Sedangkan yang mengajak kami menonton adalah Mas FIAN, seorang wartawan sebuah Mass Media Nasional dari Komunitas Loenpia-Semarang.

Ngawi Script
Pada awal cerita sudah ada pertanyaan pada pikiran saya, kenapa 4 malaikat itu bernama : “Djabralara, Makahala, Harasapala, dan Hadjarala” berlanjut setelah IBLIS bernama : “Smorobhumi atau Smorobhomo.” Lebih kaget lagi setelah ada satu adegan yang menyebutkan sebuah paragraf dengan kalimat aneh : “do tho gho bo so ko djo do lo ho djo do ngo ko po ho go ho go so to ……….”.

Saya memperkirakan bahwa skenario naskah pementasan ini sedikit-banyak mengambil dari “LAYANG DJOYOBOYO” yang pernah saya dapat dari seorang rekan di Negeri Belanda. Dia mengatakan bahwa huruf dan bahasa dari tulisan ini bernama : “Huruf NGAWI GHAIB dengan Bahasanya bernama HOSOKO DJOWO” berasal dari buku yang diketemukan di Gua Semangleng Gunung Pathok Kediri, yang konon katanya adalah tempat MUKSO nya Raja Agung Sri Djoyoboyo. Huruf ini diyakini berusia sangat tua, lebih tua dari huruf jawa kawi, sansekerta, palawa, china, jepang, thagalog, mesir kuno, sumerian, dan segala huruf yang ada di muka bumi ini. Entah benar tidaknya berita ini, harus ada pembuktian secara ilmu bahasa, arkheologi, dan juga dari segi keilmuan lainnya.

Sepertinya Film yang saya tonton bersama Goop dan Tika sebelum menonton Teater, inti jalan ceritanya tidaklah jauh berbeda. “The Hunting Party,” dibintangi oleh Richard Gere. Bercerita tentang seorang Jurnalis yang tersingkir karena terlalu menceritakan kebenaran dan akhirnya bisa menangkap seorang penjahat perang yang sangat dicari oleh dunia tetapi seolah para pencarinya sengaja untuk tidak menangkap penjahat tersebut.

Pada awal Film tersebut ada tulisan kurang lebih berbunyi : “…. kisah nyata pada filem ini terletak pada bagian yang terkonyol….”

Telah sekian lama kita telah dibodohi oleh pemikiran-pemikiran dan tingkah laku yang justru telah menenggelamkan manusia dalam penderitaan kehidupan dimuka bumi.

Oh iya…. setelah absen beberapa lama, akhirnya di akhir JUMINTEN kemaren kita bisa makan di warung BULAT (Bu Latifah) lagi.

Dan dihari minggu sebelum pulang ditemani oleh Adhit, saya berbelanja Cowek (ulekan) dan Kendi di Pasar Beringharjo pesanan Ibu dirumah. Sesaat sebelum meninggalkan pasar, kita makan Es Dawet. Seger tenannnn …… hausnya langsung hilang.

.::he509x™::.

Silahturahmi

Tuesday, August 12th, 2008 |

“Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya, dipanjangkan umurnya, maka lakukanlah SILATURAHMI.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Perjalanan saya kali ini menuju kota Yogya sungguh hal yang tidak sia-sia. Meskipun kurang tidur dan istirahat, tetapi kepuasan batin memang tidak bisa digantikan dengan hal yang lainnya.

Mungkin kawan-kawan sudah bosan melihat tulisan saya yang isinya hanya kopdar,kopdar, dan kopdar. Namun demikian yang penting NIAT saya adalah untuk mempererat tali silahturahmi dengan kawan-kawan sekalian. So, silahkan pura-pura gak pernah baca Blog saya aja deh.

080808 : JUMINTEN

Acara Pertama Sultan kembali ke Yogya. Dia pulang dengan membawa calon Prameswari yang didapat dari Nagari Pasundan Kutho Angkot. Selain beliau, tamu yang datang adalah Pakdhe Mbilung, Mas Suprie, dan Mas Pitra.
Dini harinya acara dilanjutkan dengan Sarapan di Warung Gudeg Permata. Dari sini meluncur ke Candi Gebang Suite.

090808 : Momon Day’s

Cerprenista
Pagi hari agak siang Sarapan, terus meluncur ke Wisma Joglo Seturan. Setelah beres-beres dan koordinasi acara untuk nanti malam, saya beserta Pakdhe Mbilung, Tika, dan Suprie meluncur ke Shapire Square. Disini kita hanya sebentar mengantar Pakdhe beli kawos sikil, Suprie beli Sandalian, dan Tika beli sepatu.

Dari sini kita meluncur ke Starbuck Amplaz. Sedang asyiknya ngobrol, datang Pakde Totot. Dan tak berapa lama, muncul ekowanz dan Mbak Dian.

Setelah Ashar ekowanz dan Mbak Dian pamit salin pakaian, menjelang maghrib Pakde Totot pamit pulang ke Jakarta. Sedangkan sisanya kembali ke Wisma Joglo untuk salin dan persiapan terakhir acara.

Setelah Maghrib, rombongan dagdigdug datang. Mereka adalah : Paman Tyo, Pak Didi Nugrahadi dan Nyonya, Pak Heppy, dan 2 orang lagi yang saya lupa namanya.

Sekitar jam setengah tujuh rekan-rekan lain mulai berdatangan, dan akhirnya acara dimulai sekitar jam 8 malam setelah Ndorokakung datang bersama Antobilang.

cepernista II

Acaranya sederhana saja. Peluncuran cepernista, makan-makan, serta penutup adalah suprise untuk Pepeng-Memeth dan untuk Ketua kelas Momon.

Pasangan Bloger

Setelah acara bubar, kita-kita masih ngobrol sampai dini hari. Dilanjut koprol ke Angkringan Tugu kurang lebih hingga jam 3-an.

Dari sini kita berpencar, sedangkan saya, Pakdhe Mbilung, Suprie, Goen, dan Leksa menginap di Candi Gebang Suite.

100808 : Wisata Kuliner

Sekitar jam 11 siang setelah sarapan kami berangkat dari Candi Gebang suite menuju Wisma Joglo. Dari sini kita meluncur ke Gudeg Hj.Ahmad-Seturan.

Dari sini sekitar jam setengah 3 sore, Nona Dita dan Suprie pamit pulang.

Sekitar jam 4 sore rombongan dagdigdug kemblai ke Wisma, sedangkan rombongan kami koprol ke Djendelo Cafe menunggu jam 5 sore. Setelah Mbak Memeth dan Pepeng datang, kami langsung meluncur ke Nasi Goreng Brutu yang terletak di warung tenda sebelah Galleria Mall.

Disini Pasukan dari Semarang ikut bergabung. Setelah puas berhaha-hihi, kami meluncur ke Mie Pak Pele (Pojok Timur-Selatan Alun-alun Utara). Disini kita bertemu kembali dengan rombongan dari dagdigdug.

Menjelang dini hari, setelah rombongan dagdigdug kembali ke Wisma, kita koprol ke Lesehan Kali Code. Disini Mbak Pito bergabung. Karena gerimis mengundang, kita pintong ke MC’D (disini paman dan momon bergabung). Karena suasana tidak mendukung (terlalu bersih) kita pindah ke Goboek Cafe (Pom Bensin Sagan).

Sekitar jam setengah empat kita bubar. Paman Budayawan dan Ndoro Koran Cerdas berdua naik taksi menuju Wisma, sedangkan saya, Pakdhe Mbilung, Momon, dan Sita mengantar Pito ke Stasiun. Dari sini kita kembali ke CGS.

Tri Must Kenthir

110808 : PULANG

Sekitar jam 7 pagi dapat kabar, Ndoro Koran Cerdas tertinggal pesawat. Sepertinya beliau tidak rela mengetahui Pakdhe Mbilung kemarin malam telah membuang 1 tiket menuju Denpasar, dan mencoba untuk membuang juga 1 tiket menuju Jakarta.

Setengah delapan malam berangkat menuju bandara di selingi sarapan didalam mobil.

Setelah Pakdhe berangkat, Tika dan Sita (Tika Sist) mengantar Momon ke kantor. Sedangkan saya koprol ke Stasiun Maguwo untuk menunggu KA.PRAMEKS menuju Solo.

Sekitar jam setengah dua belas siang sampai dirumah. Boboks manis sampai jam 10 malam.

-SEKIAN-
.::he509x™::.

Mimpi

Wednesday, August 6th, 2008 |

Mimpi saya, kelak saya mempunyai anak.
Mimpi saya, anak-anak saya kelak adalah orang yang pintar.
Mimpi saya, anak-anak saya adalah orang yang ramah-tamah.
Mimpi saya, anak-anak saya sopan-santun.

Mimpi saya, anak-anak saya rajin dan tidak sombong.
Mimpi saya, anak-anak saya mempunyai jiwa pengasih.
Mimpi saya, anak-anak saya mempunyai jiwa penyayang.
Mimpi saya, anak-anak saya orang yang sholeh/sholeha.

Mimpi saya, anak-anak saya tercukupi segala kebutuhannya.
Mimpi saya, anak-anak saya gemar menabung.
Mimpi saya, anak-anak saya gemar membaca.
Mimpi saya, anak-anak saya ………….

STOP …….. STOP …….. STOP ……..!!

Dari tadi kok menghayal aja, mbok ya’o langsung berbuat gitu loh!
Itu temen-temen sedang mengadakan kegiatan Gerakan 1000 Buku.
Kalau kamu, anda, sampean memang benar-benar perduli dengan anak.
Kalau kalian benar-benar peduli pada generasi masa depan.
Kalau saudara sekalian benar-benar punya rasa sosial.
Hayo bertindak jangan ngomong doang.

Bentuk sumbangan tidak hanya buku saja, bisa dilihat disana bagaimana tatacara penyumbangan dan target distribusinya. Jika ada suatu hal yang masih belum difahami, silahkan tanya langsung kepada mereka.

Hayo…..Hayo….. sukseskan gerakan ini. Buktikan kepada semua, bahwa Bloger juga bisa mempunyai rasa kepedulian kepada sesama.

Sekian dan Terimakasih.
.::he509x™::.

Sarmidiq

Monday, July 28th, 2008 |

Hedi Iman Sarah

Setelah sekian lama hanya denger cerita temen-temen dan mampir di Blognya, kemaren malem akhirnya ketemu juga ama SARAH. Pertemuan gak sengaja, soalnya hari itu (Rabu, 23/07/08) setahu saya yg dateng cuma Sam Hedi sama Mas Iman doang. Ternyata gak rugi jauh-jauh datang dari Solo ke Yogya karena bisa ketemu dan kenalan ama cewek imut yang satu ini. Meski cuma sebentar, karena mereka berdua (Mas Iman dan Sarah) akan ada acara syuting di keesokan harinya.

Malam itu setelah nongkrong di Angkringan Tugu, saya nginep di kantor lama (Indoakses-Terban). Keesokan paginya ketemu and ngobrol sebentar sama Bos Bino dan Lantip. Dari Stasiun Balapan saya langsung meluncur ke kantor.

Keesokan hari, Jum’at 25/07/08 setelah pulang kantor saya berangkat ke Yogya lagi untuk mengikuti acara Jumintenan. Sam Hedi yang belum kembali ke Jakarta pun turut hadir di acara tersebut. Dia bilang ” Belum ke Yogya namanya kalau belum ikutan acara JUMINTEN nya CahAndong.

Sebenernya saya udah sampe di Yogya jam 7 malam, karena gak ada lokasi yg dituju akhirnya saya cek-in di salah satu hotel melati di Jl.Dagen-Malioboro. Lumayan bisa istirahat sebentar dan membersihkan badan. Sekitar jam setengah 9 saya berangkat menuju titik 0 Km Yogya (Lokasi JUMINTEN), ternyata sampai sana lokasinya ramai untuk tempat parkir. Malam itu kebetulan di alun-alun utara sedang ada Pentas Musik, saya gak tau acara apa. Kata orang-orang sih acara musiknya SCTV. Hanya sebentar saya nonton, sempet sih kebagian nonton Ungu dan ST12. Sekitar jam 10 kurang saya kembali ke lokasi.

Malam itu kita semua nongkrong melebihi waktu biasanya, kita baru bubar sekitar jam 2 pagi. Hal ini di karenakan kita semua menunggu Iqbal-Balibul yang katanya sedang dalam perjalanan menuju Solo. Setelah ada kepastian Iqbal sudah sampai di Stasiun, kita semua berangkat.

Niatnya kita mau Pintong ke Warung BULAT, ternyata disana tutup dan kemudian kita pindah menuju Warung Gudeg belakang Bioskop Permata. Ternyata disanapun tutup juga, akhirnya Iphan mengusulkan makan Gudeg Mercon di belakang Pasar Kranggan.

Syukurlah disini ternyata warungnya malah baru buka. Setelah mengabari rekan-rekan lain yang tertinggal, akhirnya kita semua makan sambil ngobrol diwarung ini. Selama saya makan Gudeg, baru ini yang pas dengan selera saya, rasa pedesnya manstabs sekali.

Sekitar jam 4 pagi kita bubar, karena Tika jam 5 berangkat dgn keluar menuju Surabaya, akhirnya Iqbal dan beberapa rekan lain (Goop, saya, Sandal) tidur ditempatnya Adit. Sedangkan Eko dan Alle hanya mengantar kita yang tidak bawa kendaraan.

Hari sabtu pagi saya pulang ke Solo bareng Iqbal, dan kita pisah di depan Stasiun Purwosari.

Sebenarnya sabtu sore ada acara perpisahannya Ibu Dosen Dina yang akan berangkat ke Boston untuk meneruskan kuliah S2, tapi karena sudah cape akhirnya saya pulang ke Solo saja. Untuk Bu Dosen Dina, ma’af saya gak bisa datang di acara kamu. Semoga sukses belajarnya disana dan bisa berkumpul lagi dengan kita-kita di acara Juminten/kopdar-kopdar CA yang lain.

Eh ……. kabar terakhir, ternyata malming itu Ndorokakung dan Nining Loenpia juga hadir.

NB :

  1. SARMIDIQ = Sarah, Mas Iman, Hedi, dan Iqbal.
  2. Nama orang yg gak ada Link-nya berarti anak CA, silahkan koprol ke Webnya CA aja.
  3. Tulisan italic monggo cari sendiri di Mbah Google.

.::he509™x::.

Juminten Jablay

Tuesday, July 22nd, 2008 |

Kemalumon : merupakan sebuah singkatan yang berarti Ke Mana Aja Lu, Mon!. Sedangkar arti sebenarnya adalah : untuk menyebut sesuatu yang sudah purba, kuno, ketinggalan jaman, jadul, basi, kuper, dan out of date.

Demikianlah gambaran postingan saya kali ini, namun demikian …. saya ingat apa kata dari seorang Paman yang bijak. Beliau mengatakan bahwa : Jangan takut posting Anda dibilang basi. Jika Anda memang menikmati penulisan posting itu, blogkan saja.

Oleh karena itulah, persetan orang mau ngomong apa yang penting asyik aja choy ! Akhirnya saya beranikan diri untuk memposting laporan kopdar kemaren.

Juminten Batik

Ceritanya begini :
Setelah sekian lama absen dari pertemuan rutin bloger yogya (CahAndong), jum’at kemarin tanggal 11 Juli 2008 saya berangkat menuju kota Yogya. Karena saya tidak mempunyai kendaraan, maka saya berangkat menumpang angkutan umum. Favorit saya adalah KA.PRAMEKS (Prambanan Ekspres) jurusan Solo-Yogya. Meski kondisi gerbong ramai dan tidak dapta tempat duduk, tetapi menurut saya masih nyaman. Hal ini dikarenakan tidak ada pedagang asongan dan pengamen yang naik kereta ini. Selain itu, jarak tempuh lebih cepat (sekitar 55 menit, bus kota sekitar 2 jam). Harga tiket juga murah (Rp. 7000,-). Hal yang menarik lainnya adalah, disini kita bisa cuci mata Jika memungkinkan, selama perjalanan kita bisa jalan-jalan antar gerbong.

Sengaja siang hari saya datang ke Yogya, sampai sana sekitar jam 4 sore. Turun di Stasiun Lempunyangan, saya sudah dijemput oleh teman yang sebelumnya kita memang sudah janjian untuk ketemu. Dari sana kita langsung menuju sebuah toko untuk membeli kado untuk rekan yang sedang berulang tahun. Dari sini kami menuju sebuah warung untuk makan malam. Sekitar jam 8 malam saya diantar menuju malioboro dan kami berpisah disini.

Sambil menunggu jam 9, saya pergi menuju Angkringan Tugu. Gak tau kenapa kok bawaannya laper terus. Sekitar jam 9 kurang, lalu saya pergi menuju titik 0 Km (Monumen Sebelas Maret). Disana sudah ada : Goen, Mr. Yahya, Memed, Nico, dan ketiga temannya yang berasal dari Jakarta. Malam ini kita mencanangkan “Juminten Batik”. Dimana seluruh peserta harus menggunakan Kain Batik demi melestarikan Budaya bangsa. Tetapi kita lupa untuk menyebutkan kata pakaian/baju didepan kata batik. Akhirnya, Nico hanya membeli slayer motif batik, Memed membawa selendang batik, disusul Dina memakai kerudung batik. Tapi setidaknya mereka sudah berusaha untuk membawa/mengenakan batik. Sedangkan yang tidak mengenakan sama sekali, yaitu Ijal. Dan malamnya saat kita sudah mau bubar, Adit datang juga tidak memakai batik. Dia tadinya tidak mau datang dengan alasan sedang sakit. Tetapi mereka berdua sudah sukses mendapatkan ejekan-ejekan dari rekan-rekan. Dan malam itu ada calon anggota baru yang juga datang tidak memakai batik, tetapi kita semua memakluminya. Oh iya, sepertinya Tika juga gak make batik malam itu, tapi luput dari cacian kita.

Sekitar jam 12 malam, kita “Pintong” mencari makan. Pertama lokasi yang dituju adalah Warung “BuLat”, Tetapi ternyata malam ini BuLat tidak jualan. Maka kami segera pindah lokasi menuju Gudeg Bioskop Permata (Utara Lampu Merah). Setelah kenyang dan dirasa cukup kita bubar. Saya, Goop, Goen, dan Ijal meluncur kerumah Adit. Disini kita bermalam.

Keesokan paginya kita semua sarapan di warung soto (lupa namanya), tadinya kita berencana makan jam 6, apadaya kita kesiangan dan akhirnya makan sekitar jam 9 siang. Pulang dari makan, Tika datang dan sedikit kecewa karena terlambat ikut sarapan.

Sore hari mbak Dina datang, lalu sekitar jam 4 lewat kita meluncur dengan tak pasti hendak kemana. Disini Uncle_Goop pisah dengan kita karena ingin mengunjungi teman lamanya di kaliurang. Kita semua gak ada planning mau kemana, sempet saya telpon antok mereka ada dimana (dia bilang sedang di Kota Gede bersama Nico dan teman dari jakarta). Tadinya kita mau nyusul kesana, entah kenapa supir kita langsung meluncur ke arah Gunung Pathuk. Akhirnya kita (Tika, Dina, Adit, Goen, Leksa, Saya) bermalam mingguan di sebuah warung di Gunung Pathuk.

Keesokan harinya (minggu), kita semua meluncur ke UGM. Seharusnya menurut jadwal, hari itu ada jadwal Jablay (2 minggu sekali). Namun ternyata rekan-rekan lain banyak yang tidak datang. Yang menyusul hanya Uncle-Goop dan Funkshit saja. Tak apalah, kemungkinan rekan-rekan sedang lelah atau sudah ada janji lain.

Seharusnya pula hari ini ada jadwal untuk datang ke Keraton, tetapi karena peserta Jablay sangat sedikit dan tidak ada kepastian dari rekan-rekan lain, akhirnya siang hari sekitar jam 2 siang dengan diantar tika ke Lempuyangan, saya pulang kembali ke Solo.

Minggu berikutnya…….. saya kembali datang keacara Juminten. Kali ini saya ketinggalan pesan tiket nonton Batman : Dark Knight. Akhirnya sampai di Jogja bingung mo kemana, akhirnya saya hubungi Goen dan kita ketemu di Angkringan Tugu. Lalu dapet sms dari Tika mengabarkan dia sedang ngemsi di Malioboro Mall. Lalu saya dan Goen koprol kesana, jam 9 malam saya dan Goen meluncur ke titik temu Juminten.

Ternyata disini sedang ramai ada acara “Joget 24 Jam NonStop”. Lumayan bisa nonton hiburan sebentar sambil menunggu reekan-rekan lainnya untuk ngumpul. Owh iya, Juminten kali ini kita kedatangan Mas Iman Brotoseno yang sebelumnya ikut rekan-rekan nonton Batman.

Malamnya kita makan di warung bioskop permata, dari sini saya dan Leksa nginep lagi ditempatnya Adit. Owh iya, malam ini si Goen pulang ke Pontianak tapi lewat Surabaya.

Keesokan hari (sabtu), tidak ada kabar-kabari dari rekan-rekan. Akhirnya saya, Adit, Leksa dan Dina bersepakat untuk nonton Batman. Akhirnya ……. kita bisa balas dendam gara-gara kemaren terlambat pesen tiket. Niatnya kita mau nonton yang jam 7 malam, apa daya bangku yang kosong hanya aa di Midnight (23:30). Akhirnya sambil menunggu pilem dimulai, kita ke Foodcord dulu, sekitar jam 7 malam kita lanjut koprol menuju Cafe Kinoki-Kota Baru. Disini yang ikut gabung Andre dan Vivia. Meski anggota hanya sedikit, tapi lumayan menghibur karena kami semua sepertinya senang. Dan akhirnya sekitar jam sebelas kurang kita pergi menuju AMPLAZ untuk nonton.

Pulang dari nonton, Leksa mengantar Dina pulang. Dan keesokan harinya setelah sarapan soto bersama adit, sekitar jam 12 siang saya pulang kembali ke Solo.

Byuh …….. minggu ini bisa koprol ke Yogya lagi apa enggak yah ???

Foto by : ekowanz

Pengertian :

  1. Juminten : Jum’at Midnight Tengak-tenguk.
  2. Batik : berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.
  3. Jablay : Jogja Bloger Day’s, sebuah acara kumpul-kumpul dipagi hari di UGM-Boulevard.
  4. Kata-kata lainnya bisa dilihat di wiki cahandong

.::he509x::.

About Me

509 = liMA NOl/kosoNG sembilAN = MaNongAn = MAkan NONGkrong NGANtuk

.::he509x::.

More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader
Find entries :