Cerpenista

Tuesday, July 1st, 2008

Setelah Wiki,
kemudian berlanjut ke milis.

Saat ini temen-temen lagi asyik bikin sebuah CERBUNG (Cerita gak Nyambung) di halaman rumahnya Momon yang baru yaitu CERPENISTA.

Entah kegilaan apalagi yang ingin dibuktikan oleh rekan-rekan ini, tetapi kita sebagai rekan harus tetep mensupport dan mendukung segala aktifitas nan kreatif ini.

Dari pada ikut-ikutan Anarkhis, mendingan nulis.
Dari pada manyun sendirian, mending ketawa-ketiwi baca cerita-ceritanya.

Tops Markotobs bin Manstabs untuk rekan-rekan atas segala Kreativitasnya.

Sulamat !

.::he509x™::.

Nyamuk

Friday, June 27th, 2008

nyamukNginnnnngggg…..Nginnnnngggg…..Nginnnnngggg….. (nyamuk sialan !)

Lagi enak-enak duduk santai, lagi enak-enak tidur, atau lagi enak-enakan nyantai lainnya, apabila mendengar suara tersebut di kuping rasanya sebel banget. Apalagi bila di tepuk gak kena-kena. Bikin mangkel dan dongkol hati aja.

NYAMUK !
Yups, binatang kecil tersebut memang menjemukan. Selalu saja mengganggu dimanapun kita berada. Serangga ini juga tertuduh sebagai penyebab beberapa penyakit yang di hinggapi oleh manusia. Antara lain mereka adalah penyebab penyakit : malaria, demam berdarah, dan lain sebagainya.

Selain dari hal tersebut diatas, tahukan teman kenapa nyamuk selalu berisik ditelinga kita sebelum mereka hinggap ditubuh lalu menghisap darah kita?

Seperti ceritera-ceritera yang lain, cerita ini saya dapatkan dari si OM yang ngePunk abis.

Ceritanya begini :
Sejak pertama diciptakan oleh Tuhan, makanan nyamuk memang menghisap darah. Entah itu darah manusia atau darah binatang. Akan tetapi nyamuk lebih menyukai darah manusia, mungkin karena lebih bergizi dan berprotein tinggi.

Suatu hari, ada seekor nyamuk kecil yang baru lahir dan belum berpengalaman dalam mencari makanan. Sudah seharian dia keliling berputar-putar mencari makanan tetapi dia bingung makanan apa yang cocok untuk dia.

Pertama sinyamuk kecil memakan buah-buahan, tetapi rasanya sangat tidak enak dan dia susah mengambil sari dari buah-buahan tersebut. Lalu dia pulang kerumah dan bercerita kepada orang tuanya tentang makanan tersebut.

Dengan bijak, orang tua menerangkan kalau makanan bangsa nyamuk adalah darah. Dan yang paling lezat serta bergizi adalah darah manusia. Oleh karena itulah sinyamuk kecil disarankan oleh orang tuanya untuk mencari darah manusia.

Keesokan harinya sinyamuk kecil berangkat mencari darah, dan yang dituju adalah darah manusia. Tapi sungguh sayang, karena orang tuanya tidak menyebutkan ciri-ciri dari manusia itu seperti apa dan bagaimana.

Suatu ketika dia sampai di dekat sebuah kandang sapi, dia berfikir bahwa itulah manusia, maka dengan semangatnya dia lalu hinggap ditubuh sapi tersebut serta menghisap darah si sapi. Ternyata darahnya tidak enak dan akhirnya ditinggalkanlah sapi tersebut.

Lalu dia pulang kembali kerumahnya dan menceritakan pengalamannya itu kepada orang tuanya. Sekali lagi dengan bijak orang tua nyamuk tersebut menyebutkan bagaimana ciri-ciri dari manusia.

Keesokan harinya dia berburu kembali, dan sampailah dia pada sebuah kampung. Pada suatu rumah dia melihat ada sesosok tubuh yang ciri-cirinya persis sama dengan apa yang sudah diberitahukan oleh orang tuanya. Karena sudah ingin merasakan bagaimana rasanya darah manusia, maka dia langsung menghampiri tubuh tersebut lalu hinggap dan mencoba untuk menghisap darahnya.

Akan tetapi …………..
Sudah berkali-kali dia berusaha untuk menghisap darah tubuh tersebut, berkali-kali itu pulalah dia gagal mendapatkan darah segar seperti keinginannya. Setelah sekian lama dia berusaha dan mencoba tapi tidak menemui hasil, akhirnya di memutuskan untuk kembali curhat kepada orang tuanya.

Sesampai dirumah, nyamuk kecil menceritakan kejadian hari itu dan dengan sedikit protes dia mengatakan bahwa darah manusia tidak enak dan lezat seperti yang sudah diceritakan oleh kedua orang tuanya.

Dimana-mana orang tua selalu sayang dan beerusaha untuk berlaku bijak serta dengan lemah lembut dia menanyakan kepada sinyamuk kecil.

Ayah Nyamuk :
Apakah ciri-cirinya sudah tepat seperti yang Ayah ceritakan kepadamu?
Anak Nyamuk :
Sama persis dengan gambaran yang sudah Ayah dan Ibu berikan.
Ayah Nyamuk :
jikalau sudah sama persis, sudahlah pasti itu manusia.
Anak Nyamuk :
Tetapi dia tidak mempunyai darah.
Ayah Nyamuk :
Bisakah kamu ceritakan bagaimana kondisi manusia tersebut?
Anak Nyamuk :
Saat itu disebuah rumah ada sesosok tubuh manusia yang sedang berbaring tidur ditengah ruangan. Bajunya berwarna putih dari kaki hingga kepala dan hanya wajahnya saja yang terlihat. Wajahnya berwarna putih sama dengan baju yang dia kenakan. Lalu saya datangi dan hinggap di pipi tubuh tersebut dan mulai mencoba menghisap darahnya. Tetapi, sudah sekian lama saya berusaha, saya tidak mendapatkan darah seperti yang saya inginkan.
Ayah Nyamuk :
Stop…stop…. jadi manusia tersebut tidur ditengah ruangan dan dibaluti baju putih dari ujung kaki hingga ujung kepala, serta hanya wajahnya saja yang terlihat?
Anak Nyamuk :
Demikianlah Ayah.
Ayah Nyamuk :
Owh baru kumengerti apa yang terjadi.

Lalu dengan bijak si Ayah Nyamuk menceritakan bahwa yang dihisap oleh anaknya adalah sesosok tubuh manusia yang sudah mati. Pantas saja tidak ada darah yang keluar ketika dihisap. Kemudian si Ayah memberikan sebuah Tips dan Trik cara mencari manusia yang hidup.

Ayah Nyamuk :
Jikalau kamu menemukan manusia, sebelum kamu hinggap ditubuhnya, cobalah kamu untuk berputar-putar sebentar di telinga orang tersebut. Jika tubuh atau tangan orang itu bergerak karena terganggu oleh suara bising yang kamu keluarkan ….. itu tandanya bahwa tubuh tersebut masih segar dan masih banyak mengandung darah segar yang bergizi.
anak Nyamuk :
Begitukah Ayah? OK, besok saya akan berusaha mencari tubuh manusia kembali dan melaksanakan saran Tips dan Triks yang sudah Ayah berikan kepadaku.

Akhirnya hari esokpun tiba, dan dengan semangat yang membara si Nyamuk Kecil lalu mendatangi kampung yang kemarin. Ditempat rumah yang kemarin dia melihat banyak manusia yang mengelilingi tubuh mayat tersebut. Diapun melaksanakan tips dan triks yang sudah diberikan oleh orang tuanya.

Setelah berputar-putar sebentar ditelinga sesosok tubuh perempun yang sangat montok, si pemilik tubuh merasa terganggu dan mencoba mengusir nyamuk tersebut dengan menyibak-nyibakkan tangannya. Kemudian si Nyamuk Kecil hinggap ditubuh montok tersebut, lalu segera dia menghisap darahnya.

Akhirnya ……….. si Nyamuk Kecilpun bisa menikmati darah manusia yang segar dan bergizi. Dia sangat menikmati kelezatan darah manusia itu, dan ternyata benar apa yang sudah dikatakan oleh orang tuanya, bahwa darah manusia itu sangatlah lezat, segar, dan berprotein tinggi.

Karena merasakan gatal dan melihat ada seekor nyamuk kecil yang hinggap ditubuhnya, pemilik tubuh montok tersebut menggerakkan tangannya lalu
……………..
……………..
……………..
……………..
PLAKZZZZ !!
……………..
……………..
……………..
……………..
Akhirnya, matilah si Nyamuk Kecil itu dengan sukses dengan wajah seperti tidak terjadi suatu hal apapun juga pada dirinya.

Rupanya orang tua si Nyamuk Kecil lupa memberitahukan kepada anaknya untuk berhati-hati dan bersiap siaga penuh dari tangan manusia. Karena sewaktu-waktu tangan itu dapat membunuh dirinya.

Demikianlah cerita yang saya dengar dari Si Om yang Ngepunk abis. Itulah mengapa nyamuk selalu berputar-putar ditelinga kita dahulu sebelum dia menghisap darah kita. Dan kenapa juga nyamuk selalu bisa kena jika kita tepuk.

NB : Gambar diunduh dari sini.

Pesan Moral :
Takut bertanya, matilah kemudian.
Jika mengajari, janganlah setengah-setengah.

.::he509x™::.

Kicau Burung

Sunday, March 2nd, 2008

burung
Kumandang Azan Shubuh membangunkan raga ini yang sudah cukup beristirahat selama semalaman penuh. Mentari pagi masih belum terlihat, udara terasa dingin menyengat. Agak susah mengajak mata dan raga untuk menyambut datangnya pagi, hal ini mungkin dikarenakan mereka sudah terbiasa mulai beristirahat disaat-saat itu.

Segelas air putih yang sudah dipersiapkan sebelum tidur, dikit demi sedikit memasuki kerongkongan yang terasa serak. Setelah itu, barulah mata dan raga mulai bersatu dan sudah siap untuk menyongsong datangnya hari. Air pancuran dari kran dan bak mandi tidak terasa menyengat, jadi bisa diguyurkan keseluruh tubuh agar lebih menyegarkan lagi.

Sujud syukur dan do’a dipersembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rakhmat dan hidayahnya. Terimakasih masih diberi kesempatan untuk menjalankan aktifitas dihari ini.

Mentari pagi mulai merayap menerangi bumi, dan kicau burungpun mulai terdengar bersahutan. Alangkah damainya pagi ini, saya teringat beberapa waktu yang lalu pernah merasakan hal yang sama. Tak ingin melepaskan momen indah ini, sayapun bergegas membuat segelas kopi dan duduk di sisi balkon.

Pagi itu belum ada satu kendaraanpun yang lewat, suasana masih hening, hanya kicauan burung saja yang terdengar. Udara sejuk, sepertinya semalam sudah turun hujan. Satu persatu para burung mulai berdatangan hinggap pada ranting pohon dan seakan bersembunyi diantara lebatnya daun sambil saling sahut-bersahutan entah sedang berbicara atau mereka sedang menyanyikan sebuah lagu.

Sayang sungguh sayang, damai pagi itu telah dirusak oleh raungan suara mesin kendaraan yang lewat. Burung-burung itupun terbang seolah berlarian mencari selamat. Meski akhirnya mereka kembali keranting pohon dan berkicau kembali, tetapi saya sudah tidak bisa menikmati lagi keheningan dan kedamaian pagi ini.

Manusia sudah beraktifitas, sayapun turun dari balkon kembali kemeja kerja.

Keterangan Gambar : Diambil dari kicaumania.wordpress.com

.::he509x™::.

Seks Mami

Monday, February 25th, 2008

Sekaten di Malam Minggu

sekaten
Sabtu 23 Februari kemarin saya dan beberapa rekan dari CahAndong melaksanakan 2 buah kegiatan yang sudah lama terjadwalkan. Yaitu : Mencoba Bus Trans Jogja dan Pergi ke SEKATEN.

Bus Trans Jogja

Sekitar jam 5 sore kami berkumpul di Bunderan UGM, tepatnya di Wedangan depan markas Menwa UGM. Yang berkumpul saat itu adalah : Saya, Zam, Anto, Pangsit, dan Goen. Setelah memarkirkan sepeda motor di RS. Panti Rapih, kamipun bergegas menuju Shelter/Halte Bus BTJ di depan Panti Rapih sisi Utara.

Saya mengira harga tiket adalah Rp. 3.000,- ternyata hari itu karcis/tiket masih seharga Rp. 1.000,-/orang (5th keatas). Kamipun lalu masuk kedalam kurungan halte yang sempit. Berhubung saat itu yang ada hanya kami berlima, jadi tidak terasa sempitnya. Tak berapa lama (sekitar 15 menit) BTJ pun datang. Whuaaah, ternyata penuh sesak oleh ibu-ibu dan anak-anak kecil yang saya berfikir mereka sedang “berwisata transportasi”. Karena tidak semua anggota tim yang bisa ikut, akhirnya kami memutuskan untuk naik BTJ selanjutnya.

Tak berapa lama mulai bertambah penumpang yang ingin menaiki bus ini, tempatpun bertambah sesak. Ada kejadian, beberapa kali mesin tiketnya rusak. Sehingga calon penumpang mamsuki area dengan melewati pintu cadangan.

Akhirnya bus keduapun datang, lagi-lagi penuh sesak dengan para ibu dan anak kecil. Tetapi kali ini kami berlima bisa masuk semuanya, dan dimulailah perjalanan pertama kali menaiki “Bus Trans Jogja”.

Berhubung diluar gelap, saya tidak tahu jalan mana saja yang kami lalui. Tahu-tahu kami sudah sampai didepan “Taman Pintar”, kamipun turun disana. Saat turun Mat “Zam” nDoyok menelpon posisi Leksa, Nico, dan mbak senja yang katanya sudah ada dilokasi sekaten. Ternyata mereka ada di alun-alun selatan, sedangkan tempat sekaten ada di alun-alun utara. Lalu kami menuju “Masjid Agung Kauman”, dan sebagian dari kami melaksanakan Sholat Maghrib dan Isya.

Dihalaman masjid ini mbak Cya “Fame” pyla bergabung. Dia juga memarkirkan kendaraannya di RS. Panti Rapih, tetapi dia naek bus biasa menuju malioboro. Dari malioboro dia ajlan kaki menuju masjid agung. Dia membawa oleh-oleh “Kerak Telor Khas Betawi”, kamipun beramai-ramai menyantap kerak telor tersebut.

Tak berapa lama Fah “Leksa” rizal datang bergabung, tapi anehnya dia datang sendiri tidak ditemani oleh Nico dan Mbak Senja. Ah ternyata mereka berdua sedang mengadakan sekatenan sendiri, dan Leksa sebagai orang ketiga mengalah mencari kelompok sekaten lain (kami).

SEKATEN

Istana Funkshit
Setelah tidak ada penambahan anggota lagi, mulailah kami bergerak memasuki areal acara Pesta Rakyat (Sekaten). Keluar halaman Masjid Agung, kami dikenakan biaya Rp. 1.000,-/orang. Beberapa rekan sempat menanyakan “Mau beribadah (Sholat didalam Masjid) saja, kok harus bayar?”. Tetapi kemungkinan orang-orang pemungut “Pajak 1.000″ itu mengetahui tidak semua yang keluar dari Masjid itu sudah membayar tiket sekaten di pintu masuk utama. Maka mereka memungut biaya tersebut (jika bisa menunjukkan tiket masuk, tidak akan dikenakan biaya).

Memasuki area sekaten, kami langsung menuju penjaja mainan khas sekaten “Kapal Klotok”. Si Anto membeli sebuah karena dititipi oleh seseorang.

Suasana sangat ramai dan padat, kamipun menerobos dan akhirnya tiba didepan Stand Tong Setan. Kamipun membeli tiket dan menonton sebuah penampilan mengerikan dari seorang pengendara motor tanpa pelindung yang mengitari sebuah tong terbuat dari kayu.

Keluar dari sini turun hujan dan kami berlarian mencari tempat berteduh. Ternyata kami berteduh didepan Stand “Rumah Hantu”, jiwa nDoyok kamipun tertang untuk mencoba memasukinya. Formasi jalan beriringan : Saya, Goen, Leksa, Pangsit, Fame, Anto, dan Zam. Ah, ternyata hanya segitu saja. Bukannya membuat kami ketakutan, tetapi keluar dari stand ini kami malah tertawa terbahak-bahak.

Hal ini dikarenakan hanyu-hantunya tidak ada yang seram (hanya menang bau dupa yang menyengat). Si Zam gagal mengambil gambar karena hantunya ngumpet. Dan si Zam kehilangan hantu terakhir karena sang hantu meninggalkan posnya mengikuti kita ikut keluar arena (mungkin dia naksir Anto yg saat itu posisi paling belakang karena Zam tertinggal jauh).

Begitu keluar dari arena, hujan reda. Setelah berfoto-foto sejenak, kamipun melanjutkan perjalanan kembali. Melewati Stand sebuah kendaraan bermotor, disana ada seorang artis sedang mentunkan lagu dangdut. Kamipun berhenti dan menonton. Niat kami untuk mengikuti jogetan dan berfoto tidak terlaksana dikarenakan arena joget sudah penuh sedak. Kami berusaha menunggu lagu selanjutnya, tetapi lagunya tidak “Jogetistik & goyangable” akhirnya kamipun meninggalkan area tersebut.

Oh iya, sebelumnya kami melihat sebuah permainan entah apa namanya. Bentuknya bulat seperti komedi putar atau atap payung yang berisi bangku kayu yang melingkar. Para penumpang duduk berjejer tanpa ada pengaman yang melingkari tubuhnya (hanya bermodalkan berpegangan pada senderan bangku). Lalu beberapa orang lelaki memegangi bangku serta berlari semakin kencang memutar bangku tersebut sambil mereka beraktraksi mengoyang-goyangkan sehingga sambil berpegangan alakadarnya mereka ikut melayang mengikuti arah bangku tersebut. Suatu tindakan bodoh atau berani?

Akhirnya kami sampai di Stand “Kereta Kelinci”, sebelumnya kami membeli : kacang rebus dan arumanis. Kami berlima menaiki kereta kelinci, dan mendapatkan kenalan 2 orang gadis yang salah satunya ternyata satu jurusan dengan Goen di HI-UPN.

Setelah puas naik kereta kelinci, kami membeli “Tahu Pong” dan “Kue Bolang-Baling”. Selanjutnya kamipun menuju “Wedangan” untuk menyantap tahu dan kue yang kami beli tadi serta untuk memesan minuman serta menyantap Sego Kucing.

The End

Agak lama kami berada diwedangan, sambil ngobrol kami menunggu hujan agak reda. Ada hal yang menarik disini : “Ada seorang pemulung lewat, dan hebatnya …… dia menggunakan Bluetooth/Headseat ditelinganya” (kami kurang jelas apa sebenarnya ditelinganya dikarenakan agak gelap. Dia berhenti tidak jauh dari wedangan tempat kami nongkrong, sehingga kami bisa memantau gerak-gerik dia saat mengeluarkan sebuah HandPhone dan ngutak-ngatik (entah sedang SMS atau sedang mengganti lagu yg sedang didengarkan).

Setelah hujan sudah reda, kami bergegas pulang. Jalur yang kami lalui : alun-alun Utara, jl. malioboro, jl. mangkubumi, Tugu belok kanan (timur) melewati Jembatan Gondolayu, terus hingga perempatan Gramedia/kantor pos polantas/Kodim, Belok ke kiri (utara) Jl. Cik Ditiro. Sampai di pertigaan jl. kartini kami berhenti dan berunding akan melanjutkan kemana. Karena tidak ada titik temu, akhirnya saya mengajak mereka untuk ke kantor saya yang hanya berjarak kurang dari 100 meter. Disini sebagian dari kami melepaskan lelah dan sebagian begadang sampai pagi (termasuk saya).

sekaten 2

Selama perjalanan tersebut kami sempat berhenti dan berfoto di :

  • Depan Istana Kepresidenan
  • Perempatan Jl. Pasar Kembang
  • Tugu
  • Burjo Gondolayu
  • Patung Pak Wibawa (polisi)

Demikian liputan dan cerita kami dalam melaksanakan perjalanan SEKATEN di malam mingu. Apabila ada kekurangan saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya.

Keterangan :

  1. Foto by : Anto, Zam, dan Feme; Edit Photoshop by : MaNongAn.
  2. Mengenai makna dan awal mula SEKATEN saya mempunyai pikiran untuk membahasnya dikemudian hari dengan membuat kategori/tag baru.
  3. Mengenai sekaten jalan kaki, ini merupakan kali kedua saya melakukannya. Yang pertama adalah disaat bersama rekan-rekan lesehan th 2005 silam menjamu saudara Didat Triyadi yg datang menyambangi kami.

Liputan terkait :

  1. Sekaten Malam Minggu
  2. Tong Setan
  3. ….

Senyumsehat

Sunday, February 17th, 2008

Drg. Evy

Hari Kamis saat temu kangen dgn Ndoro Kakung, Momon dan Tika mengabarkan jika bu Drg.Evy hari sabtu pingin ketemu dengan kita-kita CahAndong/Bloger Yogya. Setelah konsolidasi dan konfirmasi melalui milis, maka hari sabtu 16 Februari 2008 maka kita bersama-sama menuju Hotel Mercure untuk bertemu Ibu Dokter.

Dikarenakan saat itu ada temen sesepuh MANONGAN-Tipes-Solo yg kebetulan berkunjung ke Yogya, maka pertemuan pertama dengan ibu dokter di Hotel tidak bisa terlaksana.

Sekitar jam sembilan malam dapat berita jika rekan-rekan sudah berada di Gudeg-Tugu. Maka setelah berpamitan dgn teman, saya meluncur ke tempat sasaran. Disana sudah berkumpul rekan-rekan dan sepertinya mereka sudah selesai menyantap makanan. Sedangkan saya, Tika, serta Iphan yang datang terlambat kemudian langsung memesan makanan pula. Disini kita tidak berlama-lama karena banyak pengunjung lain yang ingin makan, lalu kita beramai-ramai meluncur kembali ke Hotel.

Sampai Hotel, ternyata Ibu Dokter belum kembali dari Rumah Sakit (menemani ibunya yg sedang periksa mata). Dan kamipun mengobrol dengan mengambil ruang tengah, hal ini dikarenakan dekat dengan Lobby (kalau-kalau ibu dokter datang bisa langsung melihat kami), serta tempatnya yang agak luas serta nyaman.

siwi

Rekan-rekan yg hadir seingat saya saat itu adalah :
Saya, Zam, Momon, Tika, Iphan, ekowanz, Leksa, Goen, Pangsit, A-Bud, Alle, Manda, teman dari ID-Anime Agung, ….
Kemudian muncul Sandalian yg membawa serta Dubes CahAndong Biro Surabaya Sdri.Siwi.
(hayo absen sapa yg blom masuk ke daftar)

Sekitar jam 12 malam kurang Ibu DOkter belum kembali, kamipun memutuskan untuk pindah lokasi ke wedangan/Angkringan Tugu. Disana kita ngobral-ngobrol sampai sekitar jam 3 kurang.

Hari Minggu pagi dapat berita jika Ibu Dokter mau ketemu lagi dengan kita-kita (dikarenakan belum semua sempat bertatap muka). Sekitar jam 4 sore (bangun tidur) saya berangkat menuju Hotel Mercure. Syukurlah saat ini saya dan beberapa teman yg semalam datang dan belum bertatap muka dengan Ibu Dokter akhirnya bisa ketemu.

Gage

Disini kami yang hadir :
Saya, Momon, Tika, Iphan, Leksa, Dina, alle, Yanuar, Siwi, Sandalian, Joe, Gage (Bogor), Ancil (teman gage), Anto dan Bu guru Dina (teman Tika-Momon).

Disini kita ditraktir Pizza Hut (4 porsi) & Softdrink. Sambil menyatap makanan, kita bercerita dan tak lupa Siwi menjadi fotopgrapher dadakan karena dipinjemin kamera “Nikon-D80” milik Gage (bogor).

Sekitar jam setengah delapan malam kita meneruskan ke Wedangan/Angkringan Tugu. Sebetulnya Thomas Arie dan Lala Cinila akan ikut bergabung dengan kita, berhubung dia masih ada tugas dadakan yg harus diselesaikan dan juga dikarenakan di daerah bantul sana sedang hujan deras, maka mereka berdua TIDAK BERJODOH untuk kopdar bersama kita.

Disini kita tidak berlama-lama, karena anggota pasukan sangat minim untuk membuat total kerusakan. Selain itu sebetulnya kita sudah cukup membuat total kerusakan saat bertemu Bu Dokter Evy di Hotel Mercure tadi (elus-elus perut dan jenggot).

Demikianlah laporan kopdar bersama Bu Dokter Evy kemarin dan hari ini versi saya.

Ma’af saya tidak punya kamera, jadi gak bisa menampilkan screenshoot (kecuali rekan yg bawa saat itu ada yg rela menyumbang photo utk ditampilkan disini).

Keterangan :

  1. Gambar diambil dari : http://www.flickr.com/photos/sevenova
  2. Kamera : NIKON D80
  3. Kepunyaan : Gage Batubara
  4. Photographer : Siwi
  5. Editor : ACD FotoCanvas Lite V2.0 (Crop and plus high/contras Levels)

tambahan (edit by PhotoshopCS2) :

Mercure

.::he509x™::.

About Me

509 = liMA NOl/kosoNG sembilAN = MaNongAn = MAkan NONGkrong NGANtuk

.::he509x::.

More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader
Find entries :