Nyamuk

Friday, June 27th, 2008

nyamukNginnnnngggg…..Nginnnnngggg…..Nginnnnngggg….. (nyamuk sialan !)

Lagi enak-enak duduk santai, lagi enak-enak tidur, atau lagi enak-enakan nyantai lainnya, apabila mendengar suara tersebut di kuping rasanya sebel banget. Apalagi bila di tepuk gak kena-kena. Bikin mangkel dan dongkol hati aja.

NYAMUK !
Yups, binatang kecil tersebut memang menjemukan. Selalu saja mengganggu dimanapun kita berada. Serangga ini juga tertuduh sebagai penyebab beberapa penyakit yang di hinggapi oleh manusia. Antara lain mereka adalah penyebab penyakit : malaria, demam berdarah, dan lain sebagainya.

Selain dari hal tersebut diatas, tahukan teman kenapa nyamuk selalu berisik ditelinga kita sebelum mereka hinggap ditubuh lalu menghisap darah kita?

Seperti ceritera-ceritera yang lain, cerita ini saya dapatkan dari si OM yang ngePunk abis.

Ceritanya begini :
Sejak pertama diciptakan oleh Tuhan, makanan nyamuk memang menghisap darah. Entah itu darah manusia atau darah binatang. Akan tetapi nyamuk lebih menyukai darah manusia, mungkin karena lebih bergizi dan berprotein tinggi.

Suatu hari, ada seekor nyamuk kecil yang baru lahir dan belum berpengalaman dalam mencari makanan. Sudah seharian dia keliling berputar-putar mencari makanan tetapi dia bingung makanan apa yang cocok untuk dia.

Pertama sinyamuk kecil memakan buah-buahan, tetapi rasanya sangat tidak enak dan dia susah mengambil sari dari buah-buahan tersebut. Lalu dia pulang kerumah dan bercerita kepada orang tuanya tentang makanan tersebut.

Dengan bijak, orang tua menerangkan kalau makanan bangsa nyamuk adalah darah. Dan yang paling lezat serta bergizi adalah darah manusia. Oleh karena itulah sinyamuk kecil disarankan oleh orang tuanya untuk mencari darah manusia.

Keesokan harinya sinyamuk kecil berangkat mencari darah, dan yang dituju adalah darah manusia. Tapi sungguh sayang, karena orang tuanya tidak menyebutkan ciri-ciri dari manusia itu seperti apa dan bagaimana.

Suatu ketika dia sampai di dekat sebuah kandang sapi, dia berfikir bahwa itulah manusia, maka dengan semangatnya dia lalu hinggap ditubuh sapi tersebut serta menghisap darah si sapi. Ternyata darahnya tidak enak dan akhirnya ditinggalkanlah sapi tersebut.

Lalu dia pulang kembali kerumahnya dan menceritakan pengalamannya itu kepada orang tuanya. Sekali lagi dengan bijak orang tua nyamuk tersebut menyebutkan bagaimana ciri-ciri dari manusia.

Keesokan harinya dia berburu kembali, dan sampailah dia pada sebuah kampung. Pada suatu rumah dia melihat ada sesosok tubuh yang ciri-cirinya persis sama dengan apa yang sudah diberitahukan oleh orang tuanya. Karena sudah ingin merasakan bagaimana rasanya darah manusia, maka dia langsung menghampiri tubuh tersebut lalu hinggap dan mencoba untuk menghisap darahnya.

Akan tetapi …………..
Sudah berkali-kali dia berusaha untuk menghisap darah tubuh tersebut, berkali-kali itu pulalah dia gagal mendapatkan darah segar seperti keinginannya. Setelah sekian lama dia berusaha dan mencoba tapi tidak menemui hasil, akhirnya di memutuskan untuk kembali curhat kepada orang tuanya.

Sesampai dirumah, nyamuk kecil menceritakan kejadian hari itu dan dengan sedikit protes dia mengatakan bahwa darah manusia tidak enak dan lezat seperti yang sudah diceritakan oleh kedua orang tuanya.

Dimana-mana orang tua selalu sayang dan beerusaha untuk berlaku bijak serta dengan lemah lembut dia menanyakan kepada sinyamuk kecil.

Ayah Nyamuk :
Apakah ciri-cirinya sudah tepat seperti yang Ayah ceritakan kepadamu?
Anak Nyamuk :
Sama persis dengan gambaran yang sudah Ayah dan Ibu berikan.
Ayah Nyamuk :
jikalau sudah sama persis, sudahlah pasti itu manusia.
Anak Nyamuk :
Tetapi dia tidak mempunyai darah.
Ayah Nyamuk :
Bisakah kamu ceritakan bagaimana kondisi manusia tersebut?
Anak Nyamuk :
Saat itu disebuah rumah ada sesosok tubuh manusia yang sedang berbaring tidur ditengah ruangan. Bajunya berwarna putih dari kaki hingga kepala dan hanya wajahnya saja yang terlihat. Wajahnya berwarna putih sama dengan baju yang dia kenakan. Lalu saya datangi dan hinggap di pipi tubuh tersebut dan mulai mencoba menghisap darahnya. Tetapi, sudah sekian lama saya berusaha, saya tidak mendapatkan darah seperti yang saya inginkan.
Ayah Nyamuk :
Stop…stop…. jadi manusia tersebut tidur ditengah ruangan dan dibaluti baju putih dari ujung kaki hingga ujung kepala, serta hanya wajahnya saja yang terlihat?
Anak Nyamuk :
Demikianlah Ayah.
Ayah Nyamuk :
Owh baru kumengerti apa yang terjadi.

Lalu dengan bijak si Ayah Nyamuk menceritakan bahwa yang dihisap oleh anaknya adalah sesosok tubuh manusia yang sudah mati. Pantas saja tidak ada darah yang keluar ketika dihisap. Kemudian si Ayah memberikan sebuah Tips dan Trik cara mencari manusia yang hidup.

Ayah Nyamuk :
Jikalau kamu menemukan manusia, sebelum kamu hinggap ditubuhnya, cobalah kamu untuk berputar-putar sebentar di telinga orang tersebut. Jika tubuh atau tangan orang itu bergerak karena terganggu oleh suara bising yang kamu keluarkan ….. itu tandanya bahwa tubuh tersebut masih segar dan masih banyak mengandung darah segar yang bergizi.
anak Nyamuk :
Begitukah Ayah? OK, besok saya akan berusaha mencari tubuh manusia kembali dan melaksanakan saran Tips dan Triks yang sudah Ayah berikan kepadaku.

Akhirnya hari esokpun tiba, dan dengan semangat yang membara si Nyamuk Kecil lalu mendatangi kampung yang kemarin. Ditempat rumah yang kemarin dia melihat banyak manusia yang mengelilingi tubuh mayat tersebut. Diapun melaksanakan tips dan triks yang sudah diberikan oleh orang tuanya.

Setelah berputar-putar sebentar ditelinga sesosok tubuh perempun yang sangat montok, si pemilik tubuh merasa terganggu dan mencoba mengusir nyamuk tersebut dengan menyibak-nyibakkan tangannya. Kemudian si Nyamuk Kecil hinggap ditubuh montok tersebut, lalu segera dia menghisap darahnya.

Akhirnya ……….. si Nyamuk Kecilpun bisa menikmati darah manusia yang segar dan bergizi. Dia sangat menikmati kelezatan darah manusia itu, dan ternyata benar apa yang sudah dikatakan oleh orang tuanya, bahwa darah manusia itu sangatlah lezat, segar, dan berprotein tinggi.

Karena merasakan gatal dan melihat ada seekor nyamuk kecil yang hinggap ditubuhnya, pemilik tubuh montok tersebut menggerakkan tangannya lalu
……………..
……………..
……………..
……………..
PLAKZZZZ !!
……………..
……………..
……………..
……………..
Akhirnya, matilah si Nyamuk Kecil itu dengan sukses dengan wajah seperti tidak terjadi suatu hal apapun juga pada dirinya.

Rupanya orang tua si Nyamuk Kecil lupa memberitahukan kepada anaknya untuk berhati-hati dan bersiap siaga penuh dari tangan manusia. Karena sewaktu-waktu tangan itu dapat membunuh dirinya.

Demikianlah cerita yang saya dengar dari Si Om yang Ngepunk abis. Itulah mengapa nyamuk selalu berputar-putar ditelinga kita dahulu sebelum dia menghisap darah kita. Dan kenapa juga nyamuk selalu bisa kena jika kita tepuk.

NB : Gambar diunduh dari sini.

Pesan Moral :
Takut bertanya, matilah kemudian.
Jika mengajari, janganlah setengah-setengah.

.::he509x™::.

Gong

Wednesday, June 18th, 2008

Asal mula GONG diletakkan menggantung.

Gong Anak muda sekarang sudah banyak yang tidak mengetahui apalagi memahami mengenai sejarah budaya bangsa. Perkembangan jaman selalu disalah artikan untuk melupakan budaya warisan leluluhur yang seharusnya dijaga serta dilestarikan sepanjang masa. Oleh karena itu saya berusaha untuk menceritakan kembali sedikit mengenai sejarah budaya warisan nenek moyang. Semoga bisa memberikan sedikit pencerahan bagi orang-orang yang mau memahami dan melestarikannya.

Gong merupakan salah satu alat musik asli warisan nenek moyang Indonesia, disetiap pelosok daerah dan suku-suku asli banyak dijumpai alat ini. Alat ini juga ditemukan dibeberapa negara, tetapi fungsinya sangat banyak diketemukan di Indonesia, oleh karena itulah Gong diyakini ASLI berasal dari Nenek Moyang Indonesia.

Rata-rata bentuk dan bahan Gong sama, yaitu terbuat dari logam berbentuk bundar dan ada tonjolan ditengahnya. Sedangkan fungsi ditiap suku sangat beragam. Di kalimantan ditemui sebuah tarian yang memakai alat ini sebagai pijakan. Sedangkan di Jawa, rata-rata alat ini merupakan salah satu dari alat Gamelan sebagai pengiring tarian atau kesenian wayang. Sebagai alat gamelan dan sebagai alat satuan yg berdiri sendiri, alat ini diletakkan menggantung pada sebuah kayu yang biasanya berukiran Nagaraja.

Ada sebuah cerita mengapa Gong di jawa ditaruh menggantung, bukan ditaruh dibawah seperti diketemukan didaerah Kalimantan. Dahulu kala pertunjukan wayang di Jawa diadakan minimal sehari semalam dalam mengiringi beberapa acara. Semakin tinggi derajat orang yang mempunyai hajat, biasanya semakin lama pertunjukan wayang diadakan.

Suatu waktu karena lelah manggung sehari semalam tanpa henti dan masih dilanjutkan pada hari berikutnya, seorang waranggana (penyanyi dalam group gamelan) yang sangat montok tertidur tepat disebelah Gong. Kebetulan pemukul gong saat itu juga agak sedikit mengantuk. Akhirnya pada suatu waktu ketukan Gong akan dipukul, situkang tadi terpeleset dan salah memukul (ma’af) bukit kembar mbak waranggana yang sedang tertidur disebelahnya.

Pertunjukan wayang sempat berhenti beberapa saat karena ada suara aneh pada ketukan tersebut. Yang mana seharusnya bunyi ketukan saat itu adalah berbunyi “GONG”, tetapi saat itu walhasil bunyi yg terdengar adalah “TUK….ADUHH”. Sang Dalang melirik pemain gamelan dan mencari tahu apa yang sudah terjadi. Ooooaaalllaaahhhhhhh, ternyata si tukang gong salah memukul. Akibat insiden kecil ini sang waranggana jadi terbangun dan sedikit meringis kesakitan sambil mengelus dadanya yang terpukul. Sedangkan pemukul gong disuruh kebelakang untuk mencuci muka serta meminum kopi agar tidak ngantuk.

Sang Dalang akhirnya mempunya ide untuk menggantungkan saja Gong tersebut, hal ini dikarenakan agar dilain hari tidak ada kejadian serupa yang sedikit menggelikan serta memalukan ini. Oleh karena itulah, semenjak saat itu, kenapa alat gamelan GONG diletakkan menggantung.

Demikian cerita yang saya dengar dan saya baca dari orang yang gak jelas serta dari sumber yang tidak jelas pula. Semoga tulisan ini TIDAK dijadikan acuan sebagai garapan skripsi, disertasi, dan ajaran disekolah-sekolah lainnya. Apabila dipakaipun, itu adalah salah sampean sendiri bukan salah saya.

Terimakasih, Wassalam.

.::he509x™::.

keris

Wednesday, December 19th, 2007

Asal Muasal Keris

keriswarangka

Dahulu kala dibumi ini ada 2 jenis makhluk yang mengusai. Pertama adalah bangsa manusia dan lainnya adalah bangsa jin berbentuk raksasa. Ceritera ini bersetting pada masa itu.Lokasi pusat kerajaan manusia kira-kira saat ini adalah wilayah pulau jawa, yang pada dahulu kala pulai ini masih satu kesatuan dengan pulau sumatera, kalimantan, bali, lombok, dan sulawesi.

Sedangkan lokasi kerajaan jin Raksasa saat ini kira-kira adalah negara Amerika yang masih nyambung dengan pulau Eropa.

Kerajaan manusia sangat subur dan makmur. Pemimpinnya adalah seorang Raja yang adil, bijaksana serta berwibawa. Saat itu Hukum belum ada, karena masyarakatnya hidup dengan aman,damai, tentram dan sentosa. Tetapi rakyat mempunyai seni dan budaya yang sangat tinggi, sehingga keteraturan dan ketaatan kepada penguasa, kepada sesama makhluk, serta kepada alam sangat seimbang.

Kerajaan raksasa adalah kerajaan besar dan menguasai hampir seluruh daratan di dunia. Tetapi disana tidak ada peraturan, tatakrama, seni, apalagi budaya. Sehingga rakyatnya hidup dengan kekerasan serta keangkara murkaan.

Suatu waktu Raja Raksasa yang terkenal amat sakti mandraguna serta sangat kejam itu diceritakan bahwa di seberang ada daerah yang sangat subur dan makmur. Mendengar ceritera ini sang raja lalu mengutus patih dan beberapa panglimanya untuk menemui penguasa Kerajaan Manusia untuk tunduk dan patuh kepada Kerajaan Raksasa.

Tidak berapa lama utusan tersebut kembali dengan tangan hampa, dan Raja Raksasa sangat marah lalu mempersiapkan bala tentaranya untuk menyerang Kerajaan Manusia. Mengetahui hal ini, paniklah Kerajaan Manusia. Mereka memang mempunyai bala tentara, tetapi mereka tidak terbiasa berperang dan bingung bagaimana caranya menghadapi serangan bala tentara raksasa yang terkenal sangat sakti dan kejam itu.

Akhirnya pada suatu malam, sang Raja Manusia bermimpi melihat sebuah alat yang berkilauan. Dalam mimpi tersebut terdengar suara bahwa hanya dengan alat tersebutlah Raja Raksasa dapat dibunuh.

Keesokan harinya sang raja mengumpulan para petinggi dan sesepuh keraton serta mengumpulkan para ahli agama juga para ahli senjata. Diceritakanlah mimpi pada malam itu, dan para hadirin sangat bingung menebak kira-kira sejenis apakah senjata tersebut. Karena pada masa itu belum ada senjata yang bentuknya seperti itu.

Beberapa sesepuh dan ahli fikir serta tafsir akhirnya menanyakan bentuk terperinci dan kemungkinan bahan pembuatannya, setelah dirasa cukup lalu dikumpulkan lah para ahli senjata dari pelosok negeri untuk mewujudkan senjata yang dimimpikan oleh raja mereka tersebut. Tetapi mereka ternyata tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Sehingga akhirnya datang seorang pertapa yang menyanggupi membuat alat tersebut dengan bahan-bahan dari simpenan yang didapat selama bertapa.

Akhirnya Raja Raksasa sampai di daerah perbatasan dan mulai memporak-porandakan desa-desa yang dilaluinya. Mereka merampok, dan membunuh dengan kejam para makhluk manusia yang ditemuinya. Hampir-hampir tidak ada sisa. Mendengar hal ini, lalu sang Raja Manusia mengutus Patih dan para Panglima Perangnya untuk membawa prajurit menghadang diluar perbatasan. Maka berangkatlah pasukan tersebut. Tetapi, apalah daya pasukan perang manusia dalam menghadapi pasukan raksasa. Tidak lama mereka berperang, banyak prajurit manusia yang gugur dalam peperangan hebat tersebut.

Raja sangat galau dan iba hatinya mendengar banyak rakyatnya yang gugur. Namun tidak berapa lama, pertapa yang membuat senjata aneh tersebut akhirnya datang dengan sebilah senjata. Raja sangat senang dan memegang senjata tersebut, tetapi hatinya masih galau, apakah senjata sekecil itu bisa membunuh Raja Raksasa yg besar, kejam, dan sakti mandraguna ?

Demi membela tanah air dan rakyatnya, akhirnya sang raja menyelipkan senjata tersebut diperut depan, dengan harapan agar lebih gampang mengambilnya disaat terdesak. Lalu beliaupun menyusul para tentaranya mengendarai kuda. Belum jauh beliau memacu kudanya, sang raja membalikkan kuda kembali kekerajaan. Para petinggi Keraton bingung kenapa Sang Raja kembali secepat itu. Akhirnya setelah turun dari kuda si raja menceriterakan kenapa dia kembali.

Ternyata, saat itu senjata belum ada tempatnya. Sehingga sang raja langsung menyelipkan diperut dan langsung menaiki kuda. Saat pertama rasanya seperti dingin-dingin dan geli-geli gimana gituh. Tetapi begitu memacu kuda, serasa ada yg perih dibagian terlarang paduka raja. Ternyata, kulit anu si raja teriris oleh tajamnya senjata tersebut. Oleh karena itu, diperintahkanlah pertapa itu untuk membuatkan semacam warangka/wadah/tempat untuk menampung senjata tersebut agar tidak melukai pemiliknya sendiri.

Setelah wadah/tempat/warangkanya jadi, maka sang raja kembali berangkat menuju medan pertempuran. Kali ini, untuk berjaga-jaga agar anu nya tidak teriris kembali, maka senjata tersebut ditaruh dipinggang belakang. Ternyata saat memacu kuda sekencang-kencangnya, senjata tersebut tidak menjadi beban karena posisinya sangat pas. Akhirnya sampailah sang raja manusia dimedan pertempuran. Panglima dan Prajuritnya sudah banyak yang gugur, sedangkan Patihnya terlihat sudah agak kepayahan karena sudah beberapa hari berusaha untuk menandingi raja raksasa.

Melihat hal ini, raja manusia menyuruh patih menarik pasukannya untuk beristirahat. Sedangkan dia sendiri beserta pasukan yang baru datang maju menggantikan pasukan lama. Akhirnya sang raja manusia berhadapan langsung dengan raja raksasa. Beberapa lama mereka bertempur mengeluarkan kesaktian masing-masing, ternyata benar kata rumor yang mengatakan bahwa raja raksasa itu sangat sakti mandraguna tidak mempan oleh senjata dan kesaktian apapun juga. Akhirnya pada suatu kesempatan, sang raja manusia mengeluarkan senjata barunya dari baling pinggangnya, lalu langsung menusukkannya ke tubuh raja raksasa. Raja Raksasa merasa jumawa dengan ilmu yang dimilikinya dan menerima tusukan tersebut dengan berlapang dada menganggap enteng. Siapa sangka, ternyata setelah menerima tusukan senjata tersebut si raja raksasa merasa tubuhnya kesakitan dan mengeluarkan darah yang sangat banyak. Sadarlah dia bahwa dirinya sudah terluka, tetapi penyesalannya sudah terlambat, karena dari keampuhan senjata baru buatan manusia tersebut, akhirnya sudah menghilangkan nyawanya. Para prajurit raksasa melihat hal tersebut ciut nyalinya, lalu mereka menyerah dan tunduk kepada raja manusia.

Raja Manusia sangat Arif dan Bijaksana, para tawanan perang tersebut disuruh kembali ke kerajaannya serta disuruh pula untuk mengganti perilaku mereka agar hidup rukun, aman, damai, dan sentosa. Setelah pasukan raksasa kembali, sang raja manusiapun menyuruh para prajuritnya untuk kembali kekerajaan. Rakyat mendengar kemenangan ini sangat gembira, disetiap perkampungan dan jalan yang dilewati mereka menyambut pahlawan bangsa dengan sorak-sorai kegembiraan serta kekaguman kepada raja mereka.

Sesampainya di kekerajaan, mereka disambut oleh rakyat dan petinggi keraton beserta anak dan isteri mereka. Dan Raja mengumpulkan para petinggi keraton beserta pertapa yang membuat senjata di keratonnya. Saat itu raja bersabda :

“Mulai saat ini senjata baru ini saya namakan KERIS, berasal dari kata Keri-Keri Sitik, hal ini dikarenakan seperti itulah rasanya pada saat pertama kali saya menyimpannya ditubuh saya bagian depan. Selain itu, bagi pertapa yang sudah membuat senjata ini, saya beri gelar MPU, berasal dari kata Memang Ampuh. Dan senjata ini harus diberikan warangka (wadah) agar tidak mengenai tubuh pemiliknya saat dibawa. Juga untuk seterusnya senjata ini harus ditaruh dibelakang dengan maksud agar tidak terlihat oleh musuh, juga bermaksud agar tidak mengganggu pemiliknya pada saat berkuda.”

Rakyatpun bersorak-sorai mendengar TITAH sang Raja. Maka, semenjak saat itulah kenapa senjata tersebut disebut KERIS, yang mempunyai WARANGKA, serta harus ditaruh dibelakang tubuh pemiliknya.

Demikian ceritera gotak-gatuk yang saya persembahkan. Ceritera ini tidak bermaksud untuk melecehkan seseorang / kaum / bangsa / suku / agama / ras. Ceritera ini hanya rekaan saya saja sebagai bahan hiburan. Semoga rekan sekalian bisa memaklumi apadanya. Ceritera ini sebenarnya sudah pernah saya muat pada blog lama saya di blogspot beberapa tahun yang lalu, tetapi tidak ada salahnya saya ulang kembali. Toh ceritera ini karangan saya sendiri dan bukan COPY-PASTE dari ceritera orang lain (sebenarnya INTI ceriteranya saya dapatkan dari sesepuh saya sendiri, yang saya utak-utik bahasa serta penyampaiannya agar dimengerti oleh rekan-rekan yang non jawa). Atas perhatian dan waktu yang diberikan membaca ceritera ini saya ucapkan banyak terimakasih. Semoga commentnya bisa banyak (upst, mimpi dikit boleh kan).

PS : gambar-gambar saya ambil dari sini.

.::he509x™::.

About Me

509 = liMA NOl/kosoNG sembilAN = MaNongAn = MAkan NONGkrong NGANtuk

.::he509x::.

More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader
Find entries :